Manado – Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Pusat di bawah pimpinan Pdt Jimmy Tampi tak terima begitu saja, saat dituding kepengurusannya tidak jelas.
“Dua pendiri KKK yg masih hidup, dokter Kolonel Purnawirawan Christian Lalamentik dan Kolonel Purnawirawan Hans Kawulusan juga ikut merestui KKK Pusat pimpinan Ketua Jimmy Tampi dan Sekjend Audi Wuisang,” kata Berty Lumempouw selaku Divisi Humas KKK Pusat, Kamis (17/10) pada BeritaManado.
Sebelumnya Jimmy Endey selaku Humas KKK pimpinan Benny Mamoto menyebut, Hingga saat ini KKK masih di bawah kepemimpinan Ketum Irjen Pol Dr Benny J Mamoto SH, MSi serta Letjen (Purn) EE Mangindaan selaku Ketua Dewan Pembina dan Ketua Dewan Penasihat Benny Tengker, tidak ada yang lain.
Soal ini, Berty menyebut Endey adalah orang baru dan tidak paham soal KKK, tradisi dan aturannya. “Ngomongnya ngaco dan tidak berlandaskan fakta, dia belajar dulu aturan KKK dan sejarahnya,” sergah Berty.
Bahkan menurutnya, organisasi rukun Kawanua Tonsea bernama Panimpulan ne Tonsea di bawah pimpinan Kombes Pol Tommy Watuliu, juga mengakui KKK yang diketuai Pdt Jimmy.
“Jadi KKK yang Jimmy Endey bawa itu yang mana, Siapa yang lantik dia,” imbuh Berty dengan nada tanya. (Ady Putong)


hanya barisan sakit hati dan pengikutnya yang punya pandangan sempit, negatif dan mau menjatuhkan orang yg tidak disukai. hari gini tidak laku lagi ‘provokasi’ sprti ini…
Spirit Baru Kawanua !!!
Jika beberapa tahun belakangan KKK seperti dilupakan, jarang dilirik dan bukan topik hangat bagi Tou Kawanua, maka tiba-tiba, pasca MPA VII (LEMHANAS, November 2012 dan Lanjutan, Gedung Joeang Juni 2013), KKK kembali menjadi trending topics. Meminjam istilah dunia media sosial, KKK tiba-tiba dibicarakan, didiskusikan, dilirik kembali, dipercakapkan, dipergunjingkan, dan diprihatinkan semua. Setelah lama enggan dibahas, didiskusikan dan diperhatikan. KKK cukup lama bukan topik bagi Tou Kawanua, tapi pasca Lemhanas, tiba-tiba banyak Tou Kawanua bangkit dengan gagah berani membela ……..????
Terlepas dari saling klaim bahwa KKK Jabodetabek atau KKK Pusat yang sah, tetapi kondisi Gempa yang saya sebutkan di atas, menyadarkan banyak orang bahwa Rumah Bersama itu memang sedang bermasalah. Tampa Bakudapa itu sudah cukup lama tidak lagi dilirik. Maklum, berada di KKK itu ibarat memasuki sebuah perusahaan yang pasti RUGI: Rugi waktu, rugi uang, dan masih dimaki-maki anggota tidak becus. Dan ini dialami penulis selama 5 tahun sejak 2007-2012, atau bahkan 15 tahun sejak tahun 1997 berada di KKK.
Apapun yang dikreasikan dan dikerjakan, bukan cuma habis waktu dan menyumbang buat acara, ech, tetap saja dituduh tidak kreatif, beking acara asal-asalan, dan seterusnya. Karena memang Tou Kawanua sangat kritis dan tidak pernah mau berhenti di satu titik, ingin selalu berubah dan maju, meski untuk merumuskan kemajuan itu, mereka enggan. Yang penting harus maju dan kreatif, soal bagaimana melakukannya, lakukan sendiri, dan kami penilainya.
Tapi sekarang, lihatlah: Sejak MPA yang dihadiri hanya sekitar 250-an, kemudian pelantikan Jabodetabek di bawah bayang-bayang ketidakhadiran dan penolakan Beny Tengker dan dihadiri lebih kurang 250 orang; Tiba-tiba KKK kembali menyeruak ke permukaan. Acara Bakudapa Kawanua yang dilaksanakan untuk menghargai Beny Tengker pada Februari 2013 dihadiri nyaris 5000 orang, dan ketika dilaksanakan lagi HUT KKK dan Paskah di bulan April 2013, jumlahnya melewati angka 1000an. Dan terakhir, Pengukuhan secara Adat Minahasa KKK Pusat, September 2013, penonton dan tokoh Kawanua yang hadir, luar biasa, kembali menyentuh angka 5000an. Dan bisa dipastikan, Festival Malesung di awal September 2013, juga secara antusias, didatangi ribuan orang.
Ke level elite, tokoh-tokoh Kawanuapun, kini berbicang soal kondisi KKK. Mengapa demikian (konflik) ?, ada apa sebenarnya? Anda ada dimana? Bagaimana sebaiknya? Pertanyaan-pertanyaan ini muncul di kalangan tokoh Kawanua sekarang ini. Fakta ini bagi penulis adalah indikasi, bahwa ‘Rmah Bersama, Rumah Budaya’ KKK masih dicintai para pemiliknya. Jika mereka seperti diam dan tidak datang, bukan karena mereka kehilangan sentuhan KEKAWANUAAN, tetapi karena ada soal dengan ‘Rumah’ itu. Rumah itu, ketika diguncang Gempa, ternyata menarik minat para pencinta dan pemiliknya untuk datang dan menengoknya.
Ternyata, konflik di lingkungan KKK, melahirkan tafsir dan bahkan bagi saya, energy dan spirit baru Kekawanuaan. Orang lain boleh menafsir negatif, tetapi saya pribadi ingin menafsir begini: RUMAH BUDAYA itu, TAMPA BAKUDAPA itu, masih sangat dicintai. Tetapi, akses dan rasa cinta itu seperti tertutup dan tidak terwadahi selama beberapa tahun terakhir. Ketika rumah dan tempat itu goyah, orang-orang kembali datang dan menjumpai rumah budaya mereka. Sayang, rumah itu sedang kotor, sedang berbenah-benah. Rumah yang seharusnya menjadi melting point, tempat perjumpaan semua kepentingan, kepelbagaian Tou Kawanua, sedang menata sisi-sisi yang pelru ditata dan dirapihkan.
Perhatian dan kerinduan orang pulang dan kembali ke Rumah Budayanya sangatlah tinggi. Beberapa event terakhir yang dilaksanakan membuktikannya. Tetapi, jika energy baru itu tidak terwadahi dan Rumah Budaya itu tetap menampilkan rasa tidak bersahabat, tidak dihuni mereka yang rendah hati, impersonal dan mengedepankan persaudaraan, tidak mengedepankan Kekawanuaan, maka energy baru tersebut akan menggusur Rumah Budaya itu. Energy baru itu, membutuhkan tokoh-tokoh yang hebat Kekawanuaannya, yang hebat Keteladanannya, yang akan menjaga Rumah Bersama sebagai Milik bersama Tou Kawanua. Disana torang bakudapa, disana torang manyanyi, makang, main catur, main bridge dan saling tukar cirita, disana torang minung kopi, kong keapa musti babakalae?
Ketika KKK Pusat datang dan menggelorakan spirit baru itu, bukan karena kehebatan Jimmy H Tampi atau Audy WMR Wuisang. Tetapi karena soliditas 7 Pakasaan yang dibentuk untuk menempatkan Beny Tengker pada posisi terhormatnya. Ke-7 pemimpin tersebut, belakangan menjadi 9 Pakasaan, terdiri dari 7 Ketua Sub Etnis Besar Minahasa dan sudah malang-melintang di dunia Kekawanuaan. Merekalah sumber massa terbesar acara Kawanua di Jakarta dan sekitarnya, merekalah yang merindukan rekonsiliasi, sayangnya pada titik terakhir dilupakan inisiator perdamaian itu. Maka ketika konsolidasi mereka merebak menjadi alternatif yang semakin membesar, jadilah KKK kini wacana besar yang melahirkan energi dan semangat baru KEKAWANUAAN.
Sekarang, mau kita apakah Spirit atau Semangat baru Kekawanuaan itu? jawabnya bukanlah di rumput yang bergoyang, tetapi di mereka-mereka yang pantas dan layak menjawabnya dalam spirit kebersamaan ‘Tou Kawanua’. Mereka, para tokoh dan Tou Kawanua, senang membicangnya lagi, senang datang ke rumah budayanya lagi, sayang jika mereka pulang dengan kecewa dan wajah berkerut, hanya karena generasi pemimpin sekarang lupa dengan semangat Kawanua !!!
(arsip AW 2013)
Pdt. JT…. bayar dulu hutang2nya baru bicara yang lain….
Pdt. Jimmy Tampi memang musti sadar karena memang diakui bahwa Pak Benny Mamoto torang pe Ketua Umum K3, torang kira Pak Pdt. Tampi cuma dijadikan Boneka (POPI) oleh dia pe tamang2 karena Pdt. Tampi ada doi…sadar jo kwa’ tu ja manfaatkan pa Pdt. Tampi e… berdosa ngoni e…! Pendeta itu,… bukang daong lemong…!!! hehehe… malo do’e…
HIDUP PAK BENNY MAMOTO
Salam Kawanua,
Oooooo..Makapetor, Dengan Segala Hormat !!
Saya seorang Pendeta, mantan Sekum K3 Surabaya semasa bapak Eddy Pirih sebagai Ketua Umumnya. Saya sekarang sudah sekitar 14 tahun berdomisili di Kelurahan Kendis Tondano, Minahasa.
Tou Minahasa dengan Kawanuanya adalah pribadi-pribadi potensial dan kompeten, yang rindu berhimpun untuk memuaskan naluri berkontribusinya dalam kehidupan bermasyarakat. Menyadari keberhimpunan merupakan jalan percepatan penyaluran dan pencapaian “panggilan berbagi” sebagai identitas diri, maka dibentuklah Organisasi Kerukunan Keluarga Kawanua sebagai jalan pencapaian tujuan mulia yang meluas disegala bidang kehidupan.
Perjalanan kehidupan KKK sudah merambah dan terasa dimana-mana secara lintas SARA serta sangat diperhitungkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Tingkat kepuasan tertentu pada warga Kawanua Perantauan terbangun, bahwa mereka memiliki identitas budaya yang patut dibanggakan sebagai anugerah Illahi yang pada gilirannya akan mendorong orang Minahasa di daerahnya yang semakin terkikis kecintaan dan penghargaannya terhadap budaya sendiri, untuk bangkit dari keterlenaan sebagai “daerah yang subur” yang justru menjadi tujuan usaha orang luar daerah untuk berusaha di Minahasa, disaat orang minahasa sendiri sedang dalam keterlenaannya. Singkatnya, phenomena perebutan kursi Ketua KKK adalah sangat disayangkan, karena memberi dampak Kemunduran yang luar biasa dalam semua segmen kehidupan Tou Minahasa. Sebagaimana Organisasi Paskah Maesa yang disebut orang sebagai “KONI”nya orang Minahasa, yang organisasinya jauh lebih tua dari umur kemerdekaan RI namun masih tetap exist, maka existensi Organisasi KKK haruslah kita syukuri dan pertahankan dengan kesediaan berlapang dada dalam berkorban, demi tujuan luhur yang diembannya. Biarlah kemampuan kita untuk saling mendekat dan menghimpun energi “Tou Minahasa Memberi”, dapat menjadi daya dorong baru dalam tugas mulia ke-Minahasaan kita. Biarlah sejarah bangsa mencatat bahwa Tou Minahasa bisa bersatu, dan biarlah mereka mengakui bahwa Persatuan Orang Minahasa pasti berdampak positif bagi siapapun dan bukan suatu ancaman, itulah identitas kita yang sejarahnya mulai meredup di berbagai daerah. Demi anak cucu kita, Pertahankan !! Gabwu.
Maaf nech buianya kita sok jagooo atau sok rohani,,kita cuma mo komen mengenai kwalitas org kristen yg kita baca2 di berita2,,,katanya menurun!! Kita csri tau noch kyapa menurun!!
Ternyata krn depe pdt2 yg so nda berkualitas, so berorganisasi di duniawi so bukan pimpin jemaat!,
So berorganisasi dunia lee kong bertaiminya melalui program2 organisasi yg nda jelas kong taiminya itu di dukung dengan doa2nya…kong banyak pulaa org2 yg dukung!!…si pendukung akan berkata: dia itu pendeta nda mungkin dia badusta….dia kan pendeta pasti dia bagusss,dst dst dst hahahahahaha
Kyapa kwa nda skolah fisip jo kang??.
Kita juga nda mau menghakimi atau bahwa kita ini benarr,,,mar kalu pdt so berorganisasi kong salah jalann(salah organisasi)…gimana torang yg org2 berdosa mo mencari pencerahan akibat tekanan hidopp tiap hari??
Mo ke batu pinabetengan???….
Jaman dulu waktu masih remaja baru liaa jo penatua ato guru jemaat so bakamari biar di glappp trg so dapa kenal dan pasti basambunyiiii saki g hormatnya pa hamba Tuhan….ohhh God ampuni kami ygberdosa dan tdk tau apa yg trg perbuattt,amin!
Hehe…, Pdt Tampi sadar dan terima jo kwa kalo Benny Mamoto tu torang pe ketua K3. Kalo tetap masih mau jadi ketua K3, tunggu jo kwa pemilihan brikut, nda usah bekeng tandingan rupa ini.
Nda malo do deng tu titel Pdt kang? Adoh, kalo kita malo noh!!!
Marijo torang beking KKKSedunia (KKKS) dan mengharuskan KKKP (Tampi) deng KKK (Benny Mamoto) lapor pa torang supaya tambah rame.
mo sampai kapan baku cungkel terus ini, pak. Benny dan antek2 rangkul joe ini Pdt. jemmy tampi karena dia so salah jalang, setang so tola dia
biar kawanua di jakarta dan sekitar nya tidak di buat pusing, lama2 so ada yang mo badiri sandiri, tapi kua ini mo kudeta cuman nya cukup prosonil…
deng dari dulu kita tau cuma ada KKK… nda ada tu KKKP,KKKN, KKKB, bae2 jang sbalah aer cuma mo bilang WAKAKAKAKKK….
doh kasiang pe beking malo skali eghh.. masi bawa2 trus le tu Pdt… biar le sapa yg restui klo kalah kwa kalah… nda usah beking baru.
Jangan pernah ba mimpi mo jadi negara MINAHASA RAYA…!!!
kalu masih ada tu pang ba cungkel…
Ini dia “Kerukunan” yang nyanda pernah rukun, “Keluarga” yang nyanda pernah akor, deng “Kawanua” yang nyanda pernah inga nama bae “kawan” deng “wanua.” Di Amrik lei sama, asal nama “Kawanua” so musti sasadiki baku strei. Sampe ada yang bilang kata, kalu orang Manado beking organisasi, 10 depe anggota maar 11 tu mo suka jadi ketua! Kiapa so torang pe nasib salalu bagini? Sese’ jo!
PENDETAURUS JO JEMAAT, JANGAN BINGO DENG ITU KKK. NGONI KALAH KALAH PSSI BEKENG DUA TANDINGAN
Tabea!!!Rupanya k3 msh ada lowongan k1 krn baru ada kkk2. Duduk n satukan persepsi majukan sulut nan sejahtera!!!! Damai itu indah n sejahtera!!!
Ini baru bilang Kawanua baku cungkel… so jelas2 KKK Beni Mamoto so ada, malah beking kawanua2 baru. Manjo tre torang beking KAWANUA BAKU TUMBU
@Laga: Betul ngna bilang ttg permesta … banyak penghianat gara2 nda puas dgn jabatan waktu itu, akhirnya … jadi Perang Saudara di dalam Perang Saudara.
Sekarang le di KKK so jelas orang awam termasuk kita yang tahu itu Ketua yang Sah adalah Benny Mamoto .. mo ini HUMAS Berty le pekira torang2 le nintau2, padahal so dorang tu pang putar bale.
Bagini depe jadi kalo pendeta-pendeta yang bingo dengan organisasi. Kalo mo suka ba organisasi kiapa kwa dulu ada skolah pendeta. Satu kali jo kwa kuliah di FISIP
rendah hati kwa Pendeta…
Sifat dasar orang Minahasa, Kawanua atau KAWADURI, apa untungnya beking tandingan……cuma tidak terakomodir. Memang juga ada faktor licik kang…..cepat cepat dorang daftar di Depkumham. Mari belajar dari sejarah, tagal itu TORANG kalah saat perang Permesta, banyak pembelot dan penghianat. Walau mangaku Kristen. Tidak menjamin
Memang kwa ni K3 ini versi barisan saki hati kalah nda trima.. yang sah itu versi Pak Benny M coz dia mendapat posisi ketua lewat mekanisme pemilihan dan dilantik oleh dewan penasehat dan menerima petak langsung dr Pak BenTeng ketua K3 sebelumnya..
ini berita yang menyesatkan.