Nasional

Khianati Mufakat, Ditawari Uang, Ketua PDIP Kota Palu Ini Angkat Kaki

Anehnya, dalam pengumuman rekomendasi tahap dua DPP PDIP baru-baru ini, bakal peserta Pilkada Kota Palu dari PDIP adalah Hidayat-Habsa Yanti Ponulele.

“Berarti jelas ada yang bermain. Seharusnya kalau ada kader membangkang dari keputusan pleno, dihukum,” bebernya.

Ashar menyangkan sikap Ketua dan Sekretaris DPD PDIP Sulteng yang tidak bertanggungjawab dengan keputusan sendiri.

“Harusnya beliau tegak lurus dan mengawal hasil pleno ke DPP,” ujarnya.

Pasalnya, dari tujuh daerah di Sulteng yang melaksanakan pilkada, hanya balon Pilkada Palu yang berubah nama.

“Ini namanya mengkhianati mufakat. Ada orang tidak direkomendasikan justru namanya keluar,” tegasnya lagi.

Ashar sekira 10 tahun berjuang membesarkan partai berlambang banteng tersebut.

Namun kali ini ia mengaku terpukul karena merasa tak dianggap.

Ashar pun memilih angkat kaki karena melihat kondisi partai cenderung pragmatis daripada melihat persoalan mekanisme.

“Untuk apa saya ada di situ. Rapat ini dan itu juga tidak pernah diundang. Sekali pun DPP tidak pernah berkoordinasi dengan saya,” kritiknya.

Belakangan, Ashar mengaku ditawari uang namun ditolak.

Ia menilai fakta yang terjadi sudah terlanjur tidak etis.

“Ingat, ini sudah diplenokan. Jika terbiasa berorganisasi, harusnya kita paham,” tandasnya.

(Alfrits Semen)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara