
BeritaManado.com — Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sedang pusing tujuh keliling melihat kondisi ekonomi dunia yang makin tidak jelas.
Ia bilang, situasi politik global saat ini tidak bisa ditebak dan sering berubah-ubah, membuat ketidakpastian global terus-menerus terjadi tanpa ada ujungnya.
“Ketidakpastian ini sepertinya akan bertahan lebih lama, bukan cuma sementara, tapi lebih ke arah perubahan besar yang mungkin akan berlangsung jangka menengah sampai panjang,” kata Sri Mulyani, melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com.
Sri Mulyani menjelaskan, kekacauan ini bukan karena hal sesaat seperti bencana alam.
Justru, penyebab utamanya adalah banyak negara yang maunya jalan sendiri atau “unilateralisme”.
Contohnya, Amerika Serikat (AS) yang seenaknya memberlakukan tarif impor tinggi ke negara-negara lain.
“Kalau AS memberlakukan kebijakan tarif sendiri ke semua mitra dagangnya, itu bukan cuma urusan kebijakan dalam negeri mereka, tapi juga membentuk tatanan global yang baru,” ujarnya.
Anehnya, di tengah situasi ini, Sri Mulyani juga menyoroti hilangnya kepercayaan negara-negara besar terhadap lembaga keuangan internasional seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia.
Menurutnya, negara-negara maju ini jadi tidak percaya karena kepentingan mereka tidak lagi terwakili oleh lembaga-lembaga tersebut.
“Akibatnya, negara-negara kuat merasa harus menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa lewat lembaga multilateral. Inilah yang namanya unilateralisme, atau sengketa diselesaikan secara bilateral,” katanya prihatin.
Padahal, lembaga-lembaga global ini dibuat justru untuk menyelesaikan masalah dan perselisihan antar negara.
Banyak negara masih berharap masalah bisa diselesaikan lewat jalur multilateral seperti WTO, tapi Sri Mulyani bilang fungsi WTO sekarang sangat berkurang.
“Banyak negara yang masih berharap kalau ada perselisihan kita menyelesaikannya lewat WTO, tapi WTO sekarang tidak atau sangat kurang berfungsi,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
