
Bitung – Wacana pemilihan kepala daerah dilakukan anggota DPRD juga ditolak GMNI Kota Bitung. Menurut salah satu kader GMNI Kota Bitung, Edwin Tumurang, jika wacana itu benar-benar diterapkan maka hak-hak demokrasi rakyat dikebiri karena tak bisa lagi memilih figur pemimpin yang diinginkan.
“Jika senior kami Maurits Manatiri menyatakan itu kemunduran demokrasi, kami juga menilai wacana itu mengebiri hak demokrasi rakyat,” kata Tumurang, Jumat (12/9/2014).
Jika kepala daearah kata Tumurang, tak lagi dipilih rakyat maka jelas para kepala daerah tidak akan bekerja untuk kepentingan rakat atau masyarakat yang dipimpinya.
“Karena pasti para kepala daerah akan berpikir mereka bukan dipilih rakyat tetapi DPRD dan tentu akan lebih loyal kepada siapa yang memilihnya,” katanya.
Tumurang juga mengatakan, sistim pemilihan langsung kepala daerah yang dilakukan rakyat selama ini sudah sangat tepat dan demokratis. Mengingat masyarakat yang memiliki hak pilih diberi kebebasan untuk memilih figur pemimpin yang diinginkan dan dipercaya bisa memperjuangkan kesejahteraan mereka.
“Jadi kami juga menyatakan menolak wacana yang memasung demokrasi itu,” katanya.(abinenobm)
