
Manado, BeritaManado.com – Kucing, hewan peliharaan yang penuh keunikan dan kegemasan, telah memikat hati manusia sejak zaman kuno.
Di berbagai budaya, kucing sering kali dianggap memiliki kekuatan mistis yang dianggap bisa menolak hal-hal yang berbau supranatural. Bahkan menurut kepercayaan orang terdahulu, kucing memiliki energi positif yang mampu mendatangkan rezeki dan keberuntungan bagi pemiliknya.
Keistimewaan ini membuat kucing bukan hanya sebagai teman setia di rumah, tetapi juga sebagai simbol keberuntungan dan spiritualitas dalam banyak kepercayaan tradisional.
Nah, di Markas Komando Polresta Manado ada seekor kucing liar berwarna hitam yang sering wara-wiri di komplek markas Kepolisian tersebut.

Tak jelas asalnya dari mana, namun para Polisi khususnya di satuan reserse kriminal memanggil kucing liar tersebut dengan nama ‘Buser’, istilah yang dikenal identik dengan Polisi yang menangkap penjahat.
Bak hewan peliharaan, Buser sendiri kerap diberikan makanan oleh para Polisi disana, maklumlah kucing hitam tersebut paling sering tampak di selasar bagian belakang Polresta Manado.
Buser sendiri sudah menjadi “penghuni setia” di Polresta Manado sekitar 2 tahunan belakangan, meski dianggap kucing liar dia ramah kepada pengunjung yang mendatangi kantor di bilangan Kecamatan Wenang tersebut.
“Semenjak dia (Buser) disini tikus-tikus berkurang, selain itu juga jadi hiburan dan teman kalo piket malam”, kata salah satu Polisi.
Dengan tingkah laku lucu dan kegemasanya, ditambah warnanya yang hitam pekat dengan mata berwarna hijau seolah Buser mampu menghadirkan senyuman di tengah rutinitas Polisi yang sibuk melayani masyarakat dan warga yang datang ke kantor Polisi.
“Pagi siang malam, kucing ini betah disini walau tidak ada yang mengurusinya,” lanjutnya.
Pun ada keyakinan kuno yang mengatakan bahwa kucing memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap energi negatif dalam diri manusia, relevan dengan Kantor Polisi yang biasanya identik dengan tempat orang datang untuk menyelesaikan masalah.
Keberadaan Buser “Kucing Hitam Penjaga Polresta Manado”, yang dirawat para Polisi seolah mengajarkan kita tentang komitmen, kesetiaan, dan kehadiran yang tanpa syarat aparat penegak hukum tak hanya kepada masyarakat namun juga kepada alam dan sekitarnya.
Deidy Wuisan
