Manado – Diutarakan Teddy Kumaat, anggota DPRD Sulut saat rapat LKPJ beberapa waktu lalu bahwa saat ini banyak petani menderita sakit bahkan meninggal dunia akibat penyakit anemia eplastik, akibat penggunakan pupuk kimia pada tanaman pertanian dan perkebunan dibenarkan Jusuf Kalengkongan, salah-satu pemimpin kelompok tani di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan.
Menurut kajian lapangan yang dilakukannya hal tersebut terjadi dikarenakan tatacara penggunaan pupuk yang dilakukan petani tidak sesuai prosedur yakni mengabaikan penggunaan masker, sarung tangan dan bahan-bahan pengaman lainnya, serta penggunaan pupuk kimia yang berlebihan pada tanaman pangan.
“Kalau di Modoinding sudah ada beberapa kasus penyakit seperti itu. Penyakitnya seperti kanker darah. Kajian lapangan saya banyak petani saat menggunakan pupuk kimia seperti peptisida dan insektisida tidak menggunakan penutup hidung dan sarung tangan,” tutur Kalengkongan.
Hal lainnya menurut ketua kelompok tana Tangan Menolong ini bahwa ada persepsi yang salah dari para petani bahwa hasil panen tanaman tergantung banyaknya pupuk yang digunakan. “Mereka (petani) ada yang beranggapan banyaknya pupuk yang digunakan akan memberikan hasil panen yang banyak,” ujarnya sambil berharap pemerintah melalui SKPD terkait melakukan penyuluhan-penyuluhan mengenai tatacara bercocok tanam. (jerry)

Statement saya tahun lalu itu adalah: Kajian lapangan saya 95% dari petani yang di survey saat menggunakan pupuk kimia, pestisida dan insektisida tidak menggunakan penutup hidung dan sarung tangan, yang harus di teliti lagi dimana hal ini menjadi penyebab para petani menghirup dan terkena paparan langsung ke dalam tubuh. Semoga ini bisa meluruskan comment dari Saudara/i Je.
Ouch…. insektisida dan pestisida itu pupuk??? oooowwwww……