Amurang – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Minsel, Ir. Decky Keintjem menjelaskan masalah utama dari petani holtikultura Minsel terutama yang ada di daerah Modoinding adalah modal yang dibutuhkan untuk membeli pompa dan selang untuk menyiram tanaman sebagai akibat dari musim kemarau yang berkepanjangan.
Distanak Minsel sudah menyalurkan pompa air sebanyak 12 unit yang tersebar di hampir semua kecamatan. Dan itu sangat jauh dari cukup.
Maka dari itu, Pemkab Minsel melalui ibu Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu menjalin kerjasama dengan bank BNI memberikan bantuan dana lunak kepada kelompok tani yang terancam gagal panen.
“Hingga kini baru 20 kelompok tani yang mengurus pinjaman ke bank dan masing-masing mendapatkan kucuran dana mulai 20 sampai 30 juta rupiah. Danah ini nantinya akan dibelikan pompa air, untuk mengairi tanaman pertanian seperti sayur-sayuran di Modoinding,” jelas Keintjem, kepada media ini, Selasa (20/10/2015).
Diketahui, setiap kelompok tani hanya diminta pihak bank untuk menyediakan Surat Keterangan Usaha (SKU) dan Surat Keterangan Kelompok Tani (SKKT), beserta persyaratan lainya. (sanlylendongan)
