
Minsel, BeritaManado.com – Bupati Franky Donny Wongkar SH, menghadiri kegiatan Kick Off dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Program Pembangunan Kebun Sumber Benih Kelapa Bido di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2024.
Perjanjian Kerjasama ini dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, BSIP Kementerian Pertanian RI, PT. Cargil Indonesia dan Manengkel Solidaritas, bertempat di Perkebunan Kecamatan Tatapaan, pada Kamis (25/1/2024).
Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Drs. Edwin L. Kindangen, M.Si.

Dalam sambutannya, Bupati Minsel menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Kementerian RI, Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Palma dan PT. Cargil Indonesia Amurang.
“Terima kasih atas dukungan dan sinergitas bersama kami Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan produktivitas Pertanian di Kabupaten Minahasa Selatan,” ungkap Bupati Minsel.
“Harapan kita bersama pelaksanaan kegiatan di saat ini, akan menjadi langkah strategis untuk mendorong terjadinya peningkatan produktivitas Kelapa dan memperbaiki kondisi sosial petani Kelapa di Kabupaten Minahasa Selatan,” ujar dia.
Untuk diketahui, penanaman Kelapa Bido di Kabupaten Minahasa Selatan akan dilanjutkan di lahan seluas 25 Hektare di Kecamatan Tatapaan, Suluun Tareran dan Amurang Barat, dengan total lima ribu benih Kelapa Bido.
Aksi ini akan membuat Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah pertama di seluruh Indonesia yang membuat Kebun Benih Kelapa Bido, serta berpotensi menjadi sumber Benih Kelapa Bido untuk seluruh Indonesia.
Hadir juga di kegiatan ini. Wakil Bupati Minsel, Kepala Pusat Standardisasi Perkebunan BSIP Kementerian Pertanian yang diwakili Kepala Balai Pengujian Standar Instrumen Tanamam Palma Dr. Steivie Karouw, STP, M.Sc.
Tampak juga Forkopimda Kabupaten Minsel, Plant Manager PT. Cargil Amurang Indonesia Imelda Tandako, ST., Kepala Balai Standardisasi Instrumen Pertanian Sulawesi Utara Ir. Agussalim, para pemilik lahan dan petani penerima bantuan.
TamuraWatung
