
Minsel, BeritaManado.com – Rona bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Donni Pesik (69), warga Desa Tenga Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan.
Rumah sederhana yang selama ini ia tempati bersama keluarga akhirnya disentuh kepedulian lewat program bedah rumah dari Polda Sulawesi Utara.
Setelah puluhan tahun tinggal di rumah yang tak layak huni, kini ia akhirnya memiliki tempat tinggal baru yang kokoh dan nyaman berkat program bedah rumah dari Polda Sulawesi Utara (Sulut).
Pria paruh baya itu mengaku sangat terharu saat tim dari Polda Sulut datang langsung membongkar rumahnya untuk direnovasi menjadi layak huni.
Bantuan ini menjadi berkah tak terduga di tengah kesulitan ekonomi yang selama ini mereka hadapi.
Lebih spesialnya lagi, rumah permanen hasil bedah rumah Polda Sulut tersebut diresmikan langsung oleh Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Langie, dan dihadiri Bupatii Minahasa Selatan Franky Wongkar, dan Wakapolda Brigjen Pol Awi Setiyono, Kamis (10/7/2025) .
“Saya sangat terharu dan bahagia sekali mendapatkan program bedah rumah yang diberikan oleh Polda Sulut. Ini sangat membantu kami sebagai orang kecil yang tak mampu,” ungkap Donny Pesik sembari menitikan air mata.
Rumah yang ditempati, kini direnovasi semakin cantik lengkap dengan lantai keramik dan atap baru.
“Jadi lebih baik, nanti juga cucu-cucu makin nyaman kalau datang berkunjung”, ujarnya.
Sehari-hari pria yang berprofesi sebagai petani tersebut, juga mengungkap awalnya dia dan keluarga tidak menyangka bakal dipilih Polda Sulut untuk menjadi peserta bedah rumah dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 tahun ini.
“Saat itu saya sedang dalam perawatan mata di rumah sakit, dan kami dihubungi oleh Polsek setempat (Polsek Tenga) bahwa rumah kami akan diperbaiki”, beber Opa Donni sapaan akrabnya.
Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Langie, yang hadir langsung dalam penyerahan kunci rumah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin kehadiran Polri dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan. Bedah rumah ini adalah wujud nyata semangat Polri yang humanis dan melayani,” jelas Kapolda.
Tak hanya Opa Donni, beberapa warga lainnya di berbagai daerah di Sulawesi Utara juga menerima bantuan serupa.
Total ada 12 unit rumah yang dibedah dalam program ini oleh Polda Sulut dan Polres jajaran, semuanya ditujukan bagi warga yang benar-benar membutuhkan bantuan tempat tinggal layak.
Kegiatan bedah rumah ini tak hanya membangun fisik rumah, tapi juga membangun harapan dan semangat hidup baru bagi penerimanya.
Bagi Opa Donny dan warga lainnya, ini bukan sekadar dinding dan atap baru, melainkan simbol kasih dan kepedulian dari aparat kepolisian kepada rakyat.
Program bedah rumah dari Polda Sulut ini
menjadi salah satu cerita inspiratif di balik perayaan Hari Bhayangkara. Sebuah langkah kecil yang memberi arti besar bagi kehidupan masyarakat.
