
Belang, BeritaManado.com – Insiden pelemparan kaca gedung GMIM Silo Watuliney baru-baru ini di satu sisi menjadi keprihatinan banyak pihak, bukan saja dari golongan Kristen, namun juga dari kalangan Muslim.
Diluar dari semua argumen tentang kejadian yang saat ini sedang ditangani pihak kepolisian dari Polres Minahasa Tenggara, ada dua hal yang menjadi keanehan.
Informasi yang diperoleh BeritaManado.com, Minggu (30/11/2025) malam, akibat kejadian tersebut sebuah Pos Kamling yang ada di wilayah Desa Molompar Timur hangus terbakar, sedangkan lokasi gedung GMIM Silo Watuliney ada di Desa Molompar Utara.
Jadi baik pelaku dan pihak yang menjadi korban dari kejadian tersebut berada dalam satu nama desa yaitu Molompar, hanya saja sudah terbagi beberapa wilayah karena pemekaran desa.
Adapun nama GMIM Silo Watuliney karena dahulunya waktu gereja itu dibangun dan diresmikan belum ada nama Molompar, semuanya masih satu nama yaitu Watuliney.
Informasi dari salah satu warga, saat ini situasi terkini di lokasi kejadian masih cukup ramai dengan warga yang berjaga-jaga.
“Sejauh ini suasana sudah cukup terkendali karena sudah ada banyak anggota kepolsiian dan TNI yang berjaga. Bahkan ada juga dari Brimob Polda Sulut yang turut membantu mengamankan lokasi. Saya berharap tidak ada kejadian susulan,” harapnya.
(Frangki Wullur)
