
Manado – Pernyataan simpati diungkapkan Fany Mantali, personil Komisi C bidang pembangunan DPRD Kota Manado dalam rapat dengar pendapat soal Program Berbasis Lingkungan (PBL) dalam hal ini pengadaan lampu solar cell di setiap lingkungan di Kota Manado.
Dikatakan Mantali, melihat dari berbagai persoalan yang diperoleh dari program tersebut, nampaknya Pala sebagai penerima anggaran akan menjadi korban dalam realisasi PBL ini.
“Kasiang ini Pala-Pala mo jadi korban pada PBL lampu jalan Solar Cell ini. Kenapa saya katakan begitu, baru dilihat dari spesifikasi lampu tidak seragam. Padahal, dengan anggaran 11 juta untuk 1 unit lampu Solar cell, ada perbedaan spek karena sebagian 12-15 watt dan ada juga yang memesan 40 watt. Padahal anggaran yang diterima Pala itu sama besarnya,” ungkap Mantali.
Adanya dugaan indikasi pelanggaran dalam realisasi PBL tersebut, kata Mantali, sebagai sekretaris KMM di kelurahan dimana politisi Partai Gerindra ini berdomisili, dirinya mundur karena mencurigai adanya indikasi tidak beres pada program itu.
“Saya ini sekretaris KMM. Tapi saya memilih mundur, karena saya mencium ada indikasi yang tidak beres pada program pengadaan lampu Solar Cell ini. Apalagi, anggaran 11 juta untuk 1 unit lampu Solar Cell yang dimasing-masing lingkungan 2 unit, hanya numpang lewat di rekening Pala sebagai ketua KMM. Jadi, saya sarankan Pala waspada,” imbau Mantali.
Selain itu, dirinya mempertanyakan perencanaan awal dan kesiapan pelaksnaan program yang seharusnya membawa efek positif bagi kenyamanan masyarakat di setiap lingkungan.
“Program ini sebenarnya sangat baik. Tapi saya nilai tidak ada perencanaan dan kesiapan yang matang untuk reasliasinya. Kenapa yang lain sudah terpasang dengan spesivikasi hanya 15 watt, sedangkan sebagian besar lainnya belum terpasang sampai waktunya molor hingga akhir bulan Maret ini. Saya kira sudah sangat jelas, ada persoalan dalam program ini,” tegasnya. (leriandokambey)
