BITUNG—Bau pesing begitu menyengat hidung ketika masuk dari arah samping kantor DPRD Kota Bitung. Pasalnya, akses pintu masuk ruangan Komisi B dan C, terdapat sebuah toilet yang menyebarkan aroma tidak sedap ketika melintas.
Rupanya, toilet tersebut menyebarkan aroma tidak sedap bukan karena jarang dibersihkan, tapi karena tidak tersedianya pasokan air. Pasalnya menurut pengakuan sejumlah staf, sudah beberapa hari ini air di sekertariat DPRD tidak lancar alias mati.
“Ini bertanda ketidakbecusan pihak PDAM Kota Bitung dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” kata salah satu anggota Komisi B, Nurdin Duke dengan kesal.
Duke sendiri mengaku kesal, karena pihaknya terpakasa menggunakan toilet tanpa air kendati akibatnya menimbulkan bau tidak sedap. “Kantor DPRD saja air tidak mengalir setiap hari, pasti dimasyarakat lebih parah lagi bahkan kemungkinan ada yang tidak mendapatkan layanan air,” gerutu Duke.
Tak hanya Duke, namuan rekannya di Komisi B, Robby Lahamendu juga mengaku sangat menyangkan pelayanan PDAM yang belum juga ada kemajuan. Padahal menurut Lahamendu, keluhan air mati sudah terjadi sekaian tahun tapi anehnya PDAM belum bisa melakukan pembenahan untuk memperbaiki layanan kepada konsumen.
“Pantas saja banyak pelanggan yang menunggak, karena jelas pelayanan yang mereka terima tidak maksimal. Dan jelas ini sangat keterlaluan,” kata Lahamendu.
Sementara itu, Kabag Umum DPRD Kota Bitung, Billy Mamentu mengakui jika pasokan air dari PDAM tidak lancar. Karena menurutnya, nanti dimalam hari baru kran yang ada disejumlah toilet kantor DPRD mengeluarkan air, namun pada siang hari mati total
“Jadi mau tidak mau harus ada staf yang bertugas melakukan penampungan air dimalam hari, itupun tiap malam tidak lancar. Karena kadang air mengalir, kadang juga tidak seperti beberapa hari ini,” kata Mamentu.
Menurut Mamentu, pihaknya sudah mengantisipasi masalah tersebut dengan penyediaan sumur bor. Namun sayangnya, mesin yang digunakan untuk menyedot air mengalami kerusakan sehingga pihaknya hanya bergantung pada suplay air dari PDAM.
“Namun pada setiap ada agenda di DPRD kita selalu berkoordinasi dengan PDAM agar air bisa disuplay dan permintaan tersebut selalu diikuti,” katanya.(en)
