Manado – Pemerintah Provinsi Sulut (Sulut) mengklaim bahwa penggangguran di bumi “Nyiur Melambai” terus mengalami penurunan. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil.
Dia menyatakan pemerintah Provinsi terus bekerja dengan berbagai inovasi dan terobosan di sektor ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, dimana tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat kemiskin dan kepadatan penduduk, disamping berupaya semaksimal mungkin lapangan dan kesempatan kerja, guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam mengolah sumber daya lokal.
Hal tersebut diharapkan mampu menjadi pendorong percepatan pencapaian target MDGs dan MP3EI, khususnya pada sasaran terkait dengan bidang ketenagakerjaan.
“Langkah strategis yang telah dilakukan untuk urusan ketenagakerjaan, antara lain telah mampu meningkatkan kualitas dan produktifitas tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kompetisi sebanyak 1.168 tenaga kerja pelatihan berbasis masyarakat dan pelatihan kewirausahaan kepada 600 tenaga kerja, serta pengembangan produktivitas lembaga kepada 16 lembaga masyarakat dan terbinanya 310 tenaga kerja pendamping wiraswasta baru,” ujar mantan Kadis Diknas Sulut ini.
Sementara kebijakan strategis yang telah ditempuh, menurutnya, dirasakan mampu memberikan capaian signifikan, sebagaimana terlihat dari jumlah angkatan kerja yang bekerja, pada Tahun 2011 sebesar 1.668,12 dan Tahun 2012 menjadi 1.676,2 orang, sehingga mampu menurunkan angka pengangguran terbuka dari 14,4 % pada tahun 2005 menurun menjadi 7.79 % pada Tahun 2012, dan bahkan telah mencapai angka 7.19 % pada semester pertama Tahun 2013 ini.
Selanjutnya angka kemiskinan Provinsi Sulut yang pada Tahun 2005 berada pada angka 16 %, menurun menjadi 7 % di Tahun 2012, selanjutnya pendapatan perkapita masyarakat mampu mencapai 3.000 USD dan pertumbuhan ekonomi sampai saat ini mencapai angka 8 % yang dikontribusi dari sektor jasa, pariwisata, industri dan pertanian, tambah orang nomor dua di Sulut. (Jrp)
