
Penulis: JenlyWenur | Manado
Sebanyak 300 warga mengikuti kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk “Edukasi Obat dan Makanan Aman: Komitmen Bersama Komisi IX DPR RI dan BPOM di Manado untuk Perlindungan Masyarakat” yang dilaksanakan di Aula Ateta Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Manado, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang diprakarsai oleh Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan ini terselenggara melalui kerja sama dan sinergi dengan Ketua Komisi IX DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Utara, Felly Estelita Runtuwene, serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Manado.
Peserta kegiatan terdiri atas umat Katolik Paroki HKY Karombasan dan masyarakat lintas agama yang antusias mengikuti edukasi mengenai pentingnya keamanan obat dan makanan sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan bertepatan dengan masa reses anggota DPR RI sehingga menjadi ruang dialog yang efektif antara wakil rakyat, pemerintah, dan masyarakat.
Selain menyerap aspirasi publik, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan literasi masyarakat tentang penggunaan obat yang tepat dan konsumsi makanan yang aman.
Dalam sambutannya, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menjelaskan peran dan tanggung jawab Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan BPOM dalam bidang kesehatan masyarakat, pengawasan obat dan makanan, serta perlindungan konsumen.

“Kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh layanan kesehatan yang baik, tetapi juga oleh kesadaran kita dalam memilih obat dan makanan yang aman. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin cerdas, kritis, dan terlindungi dari produk-produk yang berpotensi membahayakan kesehatan,” ujar Felly.
Felly juga mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat serta dukungan Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan yang telah membuka ruang edukasi publik bagi warga lintas agama.
“Kami berharap sinergi antara DPR RI, BPOM, tokoh masyarakat, dan lembaga keagamaan dapat terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan terlindungi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Manado, Hermanto, S.Si, Apt, MPPM, bersama tim memberikan edukasi praktis kepada peserta mengenai cara mengenali obat dan makanan yang aman.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya memeriksa izin edar, tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan produk, serta kewaspadaan terhadap produk ilegal dan berbahaya yang masih beredar di masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat menjadi konsumen yang cerdas. Jangan mudah tergiur oleh iklan atau harga murah. Selalu lakukan pengecekan sebelum membeli dan mengonsumsi produk. Perlindungan masyarakat akan semakin kuat apabila seluruh elemen masyarakat turut menjadi pengawas bagi dirinya sendiri dan lingkungannya,” kata Hermanto.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait keamanan pangan, obat tradisional, suplemen kesehatan, hingga mekanisme pelaporan apabila menemukan produk yang diduga ilegal atau tidak memenuhi standar keamanan.
Ketua Kaum Bapak Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, Engel Koagouw, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Komisi IX DPR RI dan BBPOM di Manado yang telah memilih Paroki HKY Karombasan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam membangun masyarakat yang semakin sadar, sehat, dan bertanggung jawab.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Felly Estelita Runtuwene dan Tim BPOM Manado atas perhatian dan kepedulian kepada masyarakat. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Koagouw.
Ia menegaskan bahwa sinergi yang dibangun melalui kegiatan ini sejalan dengan salah satu tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Manado Tahun 2026, yakni Gereja Berjalan Bersama Pemerintah.
