Dampak ketika itu, angka kriminalitas di Sulut turun drastis, teman-teman pemuda lintas agama dengan spontan menyampaikan jika ada kegiatan keagamaan yang berbau SARA pasti dilaporkan.
Apalagi ketika itu isu teroris yang masuk ke Sulut serta ledakan bom sempat meresahkan masyarakat.
Komitmen JWS untuk gerak bersama menjadi pelopor kerukunan terus dilakukan sampai dia menjadi Bupati Minahasa bersama Ivan Sarundajang sebagai Wakil Bupati 2008-2013.
Dan ketika JWS Bupati, dia bersedia menjadi Ketua Panitia Festival Christmas Komisi Remaja Sinode Am Gereja-gereja di Sulawesi bagian Utara dan Tengah (SAG Sulutteng) dimana saya ada Ketua Komisi Remaja dan Meksi Sahensolar sebagai Sekretaris.
Dan untuk pertama kali dilaksanakan lomba Paduan Suara dan Idol Remaja yang dilaksanakan di auditorium Mantos 2.
Meski sudah tidak terpilih menjadi bupati, kami masih berkomunikasi bahkan ada saat-saat tertentu bertemu di Mantos –JWS memang lebih nyaman mengajak ketemuan di Mantos– bahkan ketika berjuang menjadi anggota DPR-RI.
Komunikasi terakhir ketika JWS selesai berobat di Penang Malaysia. Sejak itu kami hanya berkomunikasi melalui Medsos di akun FB.
Sampai terakhir, kami hanya meliihat postingan rekan wartawan senior Pnt Jackried Kanselir Maluenseng menjengguk JWS di RS dan memposting di FB.
Dan meski kami tahu JWS menahan sakit, dia selalu tersenyum. Selamat Jalan Sahabat. Berita kepergianmu mengalahkan kemeriahan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2022.
Engkau telah mengakhiri pertandingan dengan baik di dunia. Engkau telah memelihara iman sampai akhir hidupmu.
Kepada Keluarga Besar Sajouw Singkoh, kiranya diberikan penghiburan yang sejati. Amin.
Kawangkoan, 10 November 2022
Penulis: Tenni Assa
