Agama dan Pendidikan

JUMAT AGUNG: Momentum Untuk Merayakan Cinta Allah yang Menubuh

Cinta dari Allah Sang Pencinta itu tidak akan berubah dan sirna, sekalipun manusia dan ciptaan lainnya berubah. Ia akan tetap menjadi Allah yang terus mencinta, sekalipun mereka yang dicintai oleh-Nya itu tidak menanggapi perasaan dan hasrat cinta-Nya.

Inilah kasih dan cinta Allah dalam terminologi agape itu.

Lewat peristiwa pengorbanan dan kematian Yesus, kita bisa juga mendapatkan petunjuk bahwa Allah Persekutuan itu adalah Allah yang mencintai dan menyahabati ciptaan-Nya.

Philia adalah cinta yang preferensial, menunjuk pada persahabatan (friendship).

Deus est amicita atau Allah adalah persahabatan (dikemukakan oleh seorang teolog abad keduabelas bernama Aelred de Rievaulx); Tuhan yang diimani oleh umat Kristen adalah Allah sebagai seorang sahabat yang mau bersahabat dan menyahabati ciptaan-Nya.

Konsep ini sering didasarkan pada teks Yohanes 15:15, yang berbunyi “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”

Konsep ini hendak menegaskan juga bahwa Allah ikut menderita dan berbagi kehidupan bersama sahabat-sahabat-Nya.

Ia yang mau agar sahabat-sahabat-Nya selamat. Dengan menjadi manusia seutuhnya dan sepenuhnya, atau lebih tepat disebut merengkuh hakikat kemanusiaannya, Yesus hendak menegaskan bahwa Ia bersolider dengan manusia; Ia bersahabat dan menyatu dengan penderitaan dan keterbatasan manusia.

Dengan mengorbankan diri-Nya dan lewat kematian-Nya, Ia menempatkan preferensi terhadap ciptaan-Nya.

Suatu kerelaan diri untuk mengorbankan diri-Nya, demi keselamatan dan kebahagiaan sahabat-sahabat-Nya itu.

Inilah salah satu dimensi altruistik Yesus yang perlu diteladani oleh umat-Nya.

Peristiwa salib atau kematian Yesus juga bisa kita maknai sebagai tindakan eros Allah.

Sangat disayangkan apabila istilah eros ini direduksi maknanya menjadi sesuatu yang bersifat erotis atau cabul.

Cinta dalam term eros bisa diartikan sebagai cinta yang menubuh atau berwujud (embodied love).

Bisa juga diartikan sebagai suatu hasrat (desire; longing; yearning) untuk terkoneksi atau menyatu dengan yang lain.

Eros merupakan wajah cinta Allah; merupakan cinta Allah yang konstitutif. Agape dan philia tidak akan terjadi jika tidak menubuh dalam eros. Intinya, cinta itu perlu aksi atau wujud yang konkret.

Allah yang berhasrat untuk memiliki relasi baik dan merengkuh ciptaan-Nya kembali, dibuktikan atau menubuh atau berwujud lewat kematian Yesus yang tergantung di kayu salib.

Pengorbanan diri Yesus merupakan wujud cinta Allah yang autentik dan konkret, itulah eros Allah.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara