Ada beberapa yang tidak berjualan setiap hari karena berbagai kendala seperti modal usaha, tenaga kerja jika sedang sibuk kuliah dan lainnya.
“Selain tentu berharap diakomodir, kami berharap pihak kampus juga bisa memfasilitasi kami untuk ikut dalam bazaar atau expo sehingga dapat memperluas pasar dan relasi,” kata Satya.
Keuntungan lainnya dapat berjualan di IEC Business Incubator Unsrat ini juga dirasakan oleh Defray Tompunu dengan usaha burger miliknya dan tim.
Defray mengaku senang dengan manajemen dan pengelolaan yang ada saat ini karena bebas dari pungutan sehingga kemungkinan untuk mendapat untung lebih itu tentu besar.
Tidak adanya pungutan sewa tempat, listrik, air dan lainnya tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para tenant.
“Kami ingin tempat ini selalu terjaga dan ramai karena kami dapat penghasilan dari sini. Kami jadi mandiri, bukan hanya sebagai pengusaha muda tapi juga sebagai mahasiswa dan anak. Jadi punya uang atas usaha kerja sendiri dan tidak membebankan orang tua tentu suatu kebanggaan,” kata Defray.
IEC Business Incubator tidak hanya bisa dikunjungi oleh mahasiswa Unsrat, tapi boleh siapa saja. Aneka makanan, minuman dan jajanan lain yang ditawarkan murah meriah sehingga cocok bagi kantong pelajar dan mahasiswa.
Pujian lain datang dari Swingly, alumni FISIP Unsrat yang sewaktu masa penyelesaian skripsi sering makan siang di lokasi.
“Bagus sini, murah, bersih. Jadi sambil menunggu lalu, dari FISIP datang makan atau jajan di sini. Bagus ini ada terus, selain belajar, teman-teman juga bisa cari uang sendiri untuk kuliah dan biaya hidup, sementara untuk kami, dapat tempat makan minum murah dekat fakultas,” kata Swingly.
(srisurya)
