–> Baca selengkapnya: Joune Ganda ke Guru: Mau Sekolah Lagi Saya Langsung Tanda Tangan, Ada Masalah Nomor Saya 30 Tahun Tidak Pernah Ganti
4. Minahasa Utara Sumbang Rp779 Miliar, Kuasai 36 Persen Investasi Sulut Triwulan I
Angka tidak bisa bohong. Dari total realisasi investasi Sulawesi Utara senilai Rp2,13 triliun di Triwulan I 2026, Minahasa Utara menyumbang Rp779 miliar atau 36 persen — menempatkannya di posisi kedua setelah Kota Manado.
Capaian ini jadi sorotan dalam forum RIRU BI Sulut, Kamis (21/5/2026), yang dipimpin Wagub Victor Mailangkay.
Joune Ganda hadir langsung dan memaparkan strategi yang dijalankan: percepatan layanan perizinan, evaluasi proyek berkala, dan kepastian bagi investor yang sudah masuk maupun yang masih dalam tahap penjajakan.
Wagub Victor mengapresiasi performa Minut sekaligus mengingatkan kesenjangan investasi antarwilayah di Sulut masih menjadi pekerjaan besar yang belum selesai.
–> Baca selengkapnya: Minahasa Utara Jadi Magnet Investasi Sulut, Joune Ganda Bawa Rp779 Miliar Masuk di Awal 2026
5. Masuk 5 Besar Dunia! Minahasa Utara Finalis UCLG Peace Prize 2026
Di antara sekitar 80 pemerintah daerah dari berbagai negara, Minahasa Utara lolos ke lima besar dunia dalam ajang UCLG Peace Prize 2026.
Bupati Joune Ganda dijadwalkan hadir dan mempresentasikan Minahasa Utara dalam UCLG Congress di Tangier, Maroko, 22–25 Juni 2026.
Tema yang diusung berfokus pada toleransi antarumat beragama dan keberagaman sebagai kekuatan identitas daerah.
Bagi Joune, prestasi ini bukan sekadar piala. Investor masa kini tidak hanya melihat potensi ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan stabilitas sosial dan kualitas kehidupan.
“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Minahasa Utara damai, toleran, dan punya arah pembangunan yang jelas,” tegasnya kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
–> Baca selengkapnya: Masuk 5 Besar Dunia, Minahasa Utara Angkat Toleransi Jadi Kekuatan Investasi Internasional
6. Joune Ganda Tegaskan: Kepala Daerah Tak Cukup Menang Pilkada
Bupati Minahasa Utara dipilih sebagai salah satu narasumber dalam riset nasional bertema Representasi Politik di Indonesia yang digelar Indikator Politik Indonesia.
Wawancara berlangsung di Jakarta Selatan, sebagai bagian dari pemetaan karakter kepemimpinan 300 kepala daerah terpilih periode 2025–2030.
Keterlibatan Joune dinilai relevan karena ia juga menjabat Sekretaris Jenderal Apkasi yang merepresentasikan seluruh pemerintah kabupaten di Indonesia.
Dalam wawancara itu, Joune menegaskan ukuran keberhasilan pemimpin daerah tidak berhenti pada kemenangan di bilik suara.
Legitimasi sejati dibangun melalui kebijakan yang dirasakan masyarakat.
Fase pasca-pilkada, menurutnya, justru menjadi periode paling menentukan karena kepercayaan publik harus dipulihkan dan diperkuat lewat tata kelola yang terbuka.
