Bisnis dan Ekonomi

Johana: Gula Merah Paling Dicari Jelang Natal

MANADO – Permintaan gula merah di Pasar Lelang Komoditi Agro Sulawesi Utara periode kedelapan meningkat hampir dua kali lipat, menyusul tingginya permintaan komoditas itu di pasar swalayan menjelang Natal.

“Jenis gula merah yang dicari pasar terdiri atas gula batu, gula semut, dan gula merah cair,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan melalui Kepala Seksi Pasar dan Distribusi Disperindag, Johana Maweikere di sela pelaksanaan PLKA, Rabu (19/10).

Johana mengatakan, kecenderungan permintaan komoditas gula terus meningkat dalam bulan terakhir ini dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada awal Desember 2011.

“Gula merah merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan kue yang banyak diminta kalangan masyarakat menjelang hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru,” kata Johana.

Gula merah diproduksi industri rumah tangga Sulut yang diolah dari dua jenis bahan utama, yakni air nira dari pohon enau dan kelapa.

Permintaan gula merah yang tinggi di Sulut karena beberapa jenis kue yang diolah para ibu rumah tangga hanya cocok menggunakan bahan baku gula tersebut, kata dia.

“Ada beberapa jenis kue khas Manado menggunakan bahan baku gula merah sehingga tak heran bila permintaan terhadap produk tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata Johana.

Harga gula merah di PLKA berlangsung di Hotel Sahid Teling, untuk gula batu seharga Rp6000-Rp7.500 per buah (sekitar 0,8 hingga 1 kilogram), sedangkan gula semut berkisar Rp10 ribu per bungkus 0,5 kilogram.(don)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara