
Manado – Jelang Tahun Baru, Cewek ‘Panteto’ serbu Manado. Menariknya pekerjaan para penjajah cinta ini mulai didominasi gadis belia alias anak pelajar. Kali ini tim investigasi BeritaManado.com mencoba memulai penelusuran guna memberitakan fenomena malam dari kota kerukunan beragama ini.
Jumat (26/12/2014) malam, tim BeritaManado.com mencoba menyusuri sejumlah tempat yang ditenggarai menjadi tempat transaksi maksiat sejumlah lelaki hidung belang yang ingin memuaskan hasrat biologisnya.
Nekatnya transaksi maksiat tersebut terang-terangan dilakukan di pinggir jalan, seperti di jalan Boulevard tepatnya belakang pusat perbelanjaan “MM”, tim menjumpai puluhan wanita dengan pakaian minim sedang berkerumun dibawah pohon pinggiran trotoar sambil merokok serta bercanda gurau dengan rekan seprofesinya, seraya sesekali menggoda lelaki yang lewat dengan kalimat, “Boleh Mo Goso, Tu Burung Bajingan,” tutur mereka dengan godaan hangat.
Cewek ‘Panteto’ begitu cara lelaki hidung belang menyebut para gadis belia yang mau menemani para penggemar cinta ini untuk berkencan selama satu jam . DK alias Kati pelajar Salah satu SMP Manado ini kepada beritamanado menjelaskan untuk sekali kencan dengannya dalam satu jam bisa dilakukan dengan tarif Rp 300 ribu saja.
“Terserah ngana mo beking apa pa kita, mar Tigara dulu dang, kong cuma boleh satu kali ne baku nae deng kita,” ujar Kati dengan polosnya.
Saat ditanya apa boleh lebih murah, sehentak gadis dibawah umur ini bersuara, “Dia pe harga so lebe murah, coba ngana lia pa dorang disana yang so tanta minimal limara alias lima ratus ribu,” beber Kati.
Sekedar untuk diketahui, biasanya praktek maksiat tersebut dilakukan di hotel-hotel kaki lima sesuai ketentuan mereka, mengingat selama kegiatan berlangsung ada lelaki berbadan tegak yang menjaganya. Dan sekali transaksi biasanya si gadis harus membagi uang pendapatannya dengan mami atau germo yang menaungi aktifitasnya. (risat)

Ni berita2 seperti ini memang sangat bagus, dan harus sering di munculkan agar timbul perhatian publik, tapi sebaiknya di tulis dg kata kata yg benar misalnya tadi kalimat “..oleh lelaki tegak seharusnYa dg lelaki tegap karena ada beda makna yg sangat signifikan, maaf hanya saling mengkoreksi agar lebih maju lagi, ini juga sering terjadi pada media2 cetak lokal yg sering manambahkan huruf pada akhir kata sehingga makna berubah, dari kata ” bawa” kata kerja jadi bawah menunjukkan lokasi, dan Sebaliknya bawah jadi bawa, dengan bahasa yg terlalu hiperbolik…… Maaf ya kalo sudah mengkoreksi, tanpa maksud apapun selain kemajuan bersama… Salam
Manado Kota Panteto dang ini???ato apa??
Adoh…ini so lama ada kwa ..mar samua pura2 nintau …hihihi
Bage cewe Panteto, so dia itu penyayang lelaki. hahahaaa, Goso terus pa tu bajingan sampe tarbang wkwkwkkkk
Torang di Amerika malu jaga lia kondisi Manado sekarang, ini Wali Kota sapa kote sekarang?, apa dia ada bekeng