Amurang—Hujan berkepanjangan yang melanda Minahasa Selatan dan Sulawesi Utara sejak Sabtu hingga Minggu ini mengakibatkan ada beberapa titik jalan di jalur trans Amurang-Manado putus. Bahkan, putus jalan akibat tanah longsor. Dengan demikian, kendaraan berasal dari Manado menuju Amurang dan sebaliknya Amurang menuju Manado harus terhenti di Desa Senduk.
Informasi yang diterima media ini menjelaskan, bahwa saat ini telah ditangani Polres Minsel guna mengamankan lokasi tanah longsor yang terjadi di Desa Senduk Kecamatan Tombariri. Termasuk, Dinas PU Provinsi Sulawesi Utara dan Dinas PU Minsel telah mengirimkan alat beratnya untuk mengantisipasi sisa tanah yang tertutup.
‘’Terpaksa, lantaran jalur Amurang-Manado terjadi tanah longsor. Maka, kami harus balik kembali dan mengikuti jalur Tumpaan-Kawangkoan. Sebab, kami juga tak bisa menunggu selesai perbaikan atau Dinas PU mengangkut sisa tanah yang ada. Dan kami pun harus memilih mengikuti jalur Tumpaan-Kawangkoan,’’ kata sejumlah pengendara roda empat. (and)

Hampir setiap hari saya mengikuti dan mencari informasi dari beritamanado.com, tapi setiap membaca berita-berita dari Minahasa Selatan saya selalu mengerutkan kening bepikir untuk mencari tahu apa maksut berita yang disampaikan. Bahkan kadangkala saya tidak mengerti apa yang disampaikan oleh si wartawan (and) dalam menulis berita !!! Termasuk berita dengan judul Jalur Trans Amurang-Manado Putus, saya nilai ini bukan berita karena dalam penyajiannya sama persis dengan hasil karangan anak SD dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Semoga ini bisa menjadi perhatian beritamanado.com!!!