
Manado, BeritaManado.com – Kondisi jalan nasional di Kota Bitung, Sulawesi Utara, kembali menuai sorotan tajam.
Sebagai kota industri sekaligus Pintu Gerbang Pasifik, Bitung justru dinilai “dianaktirikan” oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut.
Keluhan warga memuncak karena kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki secara tuntas.
Padahal, Bitung merupakan urat nadi perekonomian Sulut.
Setiap hari, ribuan kendaraan mulai dari truk hingga tronton roda 16 melintasi jalur ini untuk mengangkut barang ekspor dan impor dari pelabuhan internasional.
Dari pantauan BeritaManado.com, Kondisi terparah terlihat di ruas penghubung Manado-Bitung, terutama di Kecamatan Madidir.
Tampak jalan dipenuhi lubang-lubang besar, membahayakan pengendara dan menghambat aktivitas ekonomi.
Ancaman kecelakaan pun semakin tinggi, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang rawan terjatuh.
“Jalan ini sangat membahayakan bagi kami pengendara roda dua. Pihak terkait tidak boleh membiarkan ini, harus diselesaikan tuntas. Jangan cuma tambal saja, tapi perlu diaspal keseluruhan,” keluh Jho seorang pengendara, Rabu (7/8/2025).
Banyak pihak menilai BPJN Sulut hanya melakukan penanganan sementara tanpa solusi jangka panjang. Masyarakat berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh, menyesuaikan dengan beban kendaraan yang melintas setiap hari.
sampai berita dipublis, masih menunggu konfirmasi pihak BPJN.
(Jhonli Kaletuang)
