
Penulis: Mega Anggawirya Zas | Kotamobagu
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah, Kelurahan Sinindian, Zulfahmi ‘Zumi’ Paputungan SE terus melakukan gebrakan tanpa memandang latar belakang agama dalam menjalankan tugasnya.
Hal itu dibuktikan dengan aksi ‘blusukan’ ke rumah-rumah ibadah umat lain untuk bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan warga dari berbagai latar belakang keyakinan.
Langkah ‘inklusif’ sosok yang dikenal dekat dengan komunitas musik Kotamobagu bukan tanpa alasan. Sebab, Kelurahan Sinindian yang merupakan wilayah multi-etnis dan multi-agama yang menjadi rumah bagi semua orang tersebut, bagi Zumi sebagai kekayaan yang harus dijaga.
“Sinindian ini adalah wilayah yang majemuk. Saya ingin menegaskan bahwa kelurahan ini milik kita bersama, milik semua warga, bukan milik satu kelompok tertentu saja sesuai slogan Kotamobagu Bersahabat,” ujarnya di sela-sela kunjungannya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di tengah-tengah umat beragama yang berbeda, merupakan komitmen pemerintah kelurahan untuk memastikan setiap warga merasa diayomi tanpa membeda-bedakan suku maupun agama.
Dirinya percaya, komunikasi yang baik antarumat beragama adalah kunci utama dalam mencegah potensi konflik horizontal.
“Pemimpin adalah pelayan masyarakat, maka dari itu saya harus hadir untuk semua. Kita harus memastikan bahwa keberagaman di Sinindian bukan sekadar slogan, tapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari melalui aksi nyata saling menghargai,” tambahnya.
Langkah Lurah yang baru menjabat 2 bulan ini mendapat respons positif dari para tokoh lintas agama di Sinindian. Mereka menilai kehadiran pemimpin muda yang mau membaur di rumah-rumah ibadah umat lain memberikan rasa aman dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Melalui pendekatan humanis ini, dirinya berharap Sinindian bisa menjadi contoh kelurahan dengan tingkat toleransi yang tinggi di Kota Kotamobagu. Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar selalu menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
