
Penulis: Tim Redaksi
KOTAMOBAGU – Sebuah warna baru menghiasi wajah birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.
Adalah Zumi yang bernama lengkap Zulfahmi Paputungan, sosok yang dikenal luas sebagai musisi indie produktif asal Kotamobagu, kini resmi mengemban amanah sebagai figur sentral pimpinan wilayah kelurahan. Ia dilantik langsung oleh Walikota Kotamobagu dr. Weny Gaib dan Wakil Walikota Rendy Mangkat, sebagai Plt. Lurah Sinindian pada 13 Maret 2026 lalu.
Penunjukan Zumi menarik perhatian publik. Pasalnya, pria berusia 39 tahun ini memiliki rekam jejak yang unik. Selain sebagai pejabat eselon, ia adalah mantan jurnalis sekaligus seniman. Zumi telah menelurkan 68 rilisan karya musik dan terverifikasi resmi sebagai artis di Google dan YouTube.
Pulang Kampung dan Darah Pemimpin
Meski saat ini berdomisili di Matali karena ikut istri, bagi Zumi, Sinindian bukanlah wilayah asing. Ia memiliki ikatan emosional yang sangat mendalam dengan kelurahan ini karena sejak tahun 2001 hingga 2022, ia menetap dan tumbuh besar di sana.
Darah kepemimpinan Zumi memang mengalir deras dari keluarga besarnya. Ayahnya adalah mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan di era Marlina Moha Siahaan. Tidak hanya itu, Zumi juga merupakan keponakan dari mantan Walikota Kotamobagu pertama, Drs. Hi. Djelantik Mokodompit.
Bahkan, jaringan keluarga tokoh ini semakin lengkap dengan sosok istrinya, yang merupakan bagian dari keluarga besar Ir. Tatong Bara dan sepupu dari Bendahara PKB Sulut, pengusaha ternama sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sulut, Muliadi Paputungan.
Hadirnya Zumi di Sinindian ibarat “pulang rumah” untuk melanjutkan estafet pengabdian keluarga besar kepada masyarakat.
Harmoni Seni, Olahraga, dan Literasi
Di balik kesibukannya sebagai birokrat dan musisi, Zumi adalah sosok yang sangat aktif. Ia dikenal gemar berolahraga, mulai dari sepakbola, basket, hingga taekwondo.
Ia juga memiliki kegemaran membaca yang kuat—sebuah kombinasi antara ketangkasan fisik dan kedalaman berpikir. Lelaki berzodiak Pisces ini pernah tercatat sebagai anggota banyak organisasi, mulai dari KPMIBM, KNPI Sulut, Ikasto, tiga majelis dakwah Islam, hingga komunitas anak muda seperti TBS, serta pernah menjabat sebagai ketua rumah produksi Blacktable Production.
“Menjadi lurah adalah tanggung jawab untuk merajut harmoni di tengah masyarakat. Jika dalam musik kita menyusun nada, di Sinindian tugas saya adalah menyelaraskan aspirasi warga demi kemajuan bersama,” ujar Zumi kepada jurnalis, Jumat (20/3/2026).
Kepemimpinan yang Mengakar
Keberhasilan Zumi di dunia birokrasi dan seni tak lepas dari dukungan rumah tangga yang harmonis selama 16 tahun terakhir.
Jiwa kepemimpinannya pun mulai menurun kepada sang putra sulung yang kini aktif sebagai pengurus OSIS di tingkat SMA, dan anak bungsu yang gemar bermain drum.
Kini, di bawah nakhoda baru sang “Lurah Seniman” yang memiliki latar belakang keluarga birokrat senior dan politisi, warga Sinindian menaruh harapan besar akan adanya inovasi dan pelayanan yang lebih komunikatif serta menyentuh langsung ke masyarakat—sesuai tagline Walikota Kotamobagu, “Kotamobagu Bersahabat”.
