Bisnis dan Ekonomi

Jaga Inflasi Tetap Rendah dan Stabil, Arbonas Hutabarat Ajukan Rekomendasi dalam HLM

Disamping BARITO, komoditas perikanan juga menjadi komoditas pangan strategis di Kota Manado yang berisiko meningkatkan inflasi.

Pada bulan April 2021, kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditas perikanan yang berkontribusi sebesar 0,88% (mtm) terhadap inflasi Kota Manado.

Lima komoditas perikanan penyumbang inflasi tertinggi adalah ikan cakalang, ikan malalugis, ikan deho, ikan tude, dan ikan oci.

Pergerakan harga komoditas perikanan sangat tergantung pada kondisi cuaca, sehingga kebijakan yang tepat akan membantu mengurangi risiko ketidakpastian ketersediaan pasokan di Kota Manado.

Mengingat bahwa pengendalian inflasi di Kota Manado sebagai salah satu Kota IHK di Sulawesi Utara sangatlah penting, terutama untuk komoditas strategis cabai rawit dan perikanan yang pada tahun ini berpotensi inflasi, maka Bank Indonesia Sulut merekomendasikan beberapa hal untuk pengendalian inflasi di Manado tahun 2021.

Beberapa rekomendasi yang dimaksud, yaitu:
a. Meningkatkan kemandirian pangan melalui Program BARITO (Bertanam Bawang, Rica, dan Tomat);
b. Memperkuat lembaga kelompok tani, nelayan, pedagang cabai, dan tomat sayur;
c. Melakukan pemantauan harga komoditas strategis (perikanan dan barito), serta data pedagang di Manado dan luar daerah yang melakukan kerja sama dengan Manado.
d. Mendorong pemanfaatan platform penjualan online, termasuk penggunaan QRIS untuk digitalisasi ekonomi;
e. Operasi Pasar Strategis dalam mengantisipasi kenaikan harga (jika dinilai perlu oleh TPID);
f. Mendorong penguatan implementasi Kerjasama Antar Daerah (KAD);
g. Mendorong penyusunan konsep pengendalian inflasi melalui pendirian Pasar Induk.
h. Mendorong pembentukan sistem pertukaran informasi dan komunikasi yang efektif dan efisien antar TPID Kab/Kota; dan
i. Himbauan pada masyarakat untuk bijak berbelanja dan tidak menimbun pasokan bagi pedagang.
9. Kerjasama dan sinergi yang baik antar lembaga, khususnya melalui TPID, menjadi kunci keberhasilan menjaga inflasi di angka yang rendah dan stabil.

“Namun demikian, kita tetap harus waspada mengingat banyaknya tantangan dalam pengendalian kedepan yang masih harus kita hadapi,” ucap Arbonas.

Ke depan, koordinasi intensif dan sinergi antar dinas/instansi terkait yang sudah sangat baik ini perlu dipertahankan, dan senantiasa ditingkatkan dengan berpedoman pada prinsip 4K yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

“Bank Indonesia akan senantiasa berperan aktif dalam TPID untuk bersama mengendalikan inflasi demi kebaikan kita semua,” pungkas Arbonas.

(srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara