
Tomohon, BeritaManado.com — Kota wisata Tomohon menjadi salah satu daya tarik penting di Provinsi Sulawesi Utara, baik untuk turis domestik maupun international.
Pariwisata Tomohon diperkaya oleh alam yang indah, budaya dan kehiduan sosial yang menarik bagi wisatawan.
Pemerintah Kota Tomohon berupaya meningkatkan semua sektor pariwisata untuk mencapai program Tomohon menuju Wisata dunia.
Himpunan Pramuwisata Tomohon sebagai organisasi profesi menyadari bahwa pramuwisata yang merupakan ujung tombak kegiatan berwisata perlu dipersiapkan agar bisa berkerja
dengan professional dan mampu membantu Tomohon menuju wisata dunia.
Dalam realita di lapangan masih banyak ditemukan pramusiwata yang selain tidak memiliki ketrampilan dan pengetahuan memadai juga tidak memiliki izin/KTPP (Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata), identitas wajib dimiliki oleh setiap pramusiwata professional yang bekerja di Indonesia.
Sebagai usaha membantu program pemerintah dalam sector pariwisata dan menyediakan tenaga professional (kata lain menyediakan lapangan pekerjaan) yang sangat dibutuhkan maka DPC HPI Tomohon mengadakan pelatihan Pramuwisata Jenjang Kualifikasi/level 4, seturut Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia bidang Jasa Pramuwisata, yang dikeluarkan oleh MENPAREKRAF NOMOR SK/86/HK.01.02/MK/2024.
Untuk memenuhi Standard Kualifikasi, Pelatihan ini melibatkan para Trainer Kota Tomohon yang telah mengikuti TOT yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf dan yang memiliki sertikifat dari BNSP.
Dalam mengenang dan mebangkitkan kembali semangat Sumpah Pemuda serta Sebagai realisasi program kerja organisasi dan komitment seluruh pengurus dan anggota, HPI Tomohon akan berlangsung mulai tgl 29 – 31 Oktober bertempat di Telaga Home Stay, di Kelurahan Talete.
Pelatihan yang bersifat Ssadaya dari anggota HPI dan peserta ini akan diikuti oleh 17 peserta baik dari Kota Tomohon maupun dari daerah sekitar.
Pelatihan ini sudah lama ditunggu tunggu oleh
para peserta. Permintaan guide berkualifikasi sangat tinggi terutama untuk guide dengan kemampuan berbahasa asing tertentu sebagai dampak postif dari mengikatnya usaha pariwisata Provinsi Sulawesi utara dan Kota Tomohon yang begitu cepat.
Setelah mengikuti pelatihan ini HPI akan mengajukan permohonan kepada pemerintah Kota Tomohon yang akan diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon untuk dapat mengeluarkan izin kerja dalam bentuk Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata level Muda.
(***/srisurya)
