
Unsrat – Tim dari inspektorat jenderal pendidikan tinggi, siang tadi melakukan pemeriksaan investigasi di lingkungan Universitas Sam Ratulangi Manado. Pantauan Beritamanado, tim dari inspektorat berjumlah lima orang pukul 10.15 Wita, tiba di Rektorat Unsrat dan langsung memasuki ruang pemeriksaan di ruangan Karo Keuangan Unsrat.
Namun sayang seribu sayang, saat pemeriksaan ini dilakukan orang nomor satu alias Rektor Unsrat Prof. DR. Donald Rumokoy, SH MH tidak berada di tempat. Ketika dikonfirmasi kepada pihak Unsrat melalui Kabag Humas Daniel Pangemanan, SH MH terkait posisi dari rektor, Daniel hanya mengatakan bahwa Rektor sementara ada tugas di luar daerah.
“Saat ini Pak Rektor tidak berada di tempat karena sementara ada agenda di luar daerah,” jelas Daniel sambil tersenyum. (gn)

yang menjadi inti dari sekian persoalan dihadapi UNSRAT, sesungguhnya ada pada sistem pengelolaan organisasi. siapapun yg menjadi pucuk pimpinan jika sistemnya masih sama, dengan budaya yg sama, maka jangan harap UNSRAT akan berubah. masalah ini bukan hanya dialami UNSRAT tetapi hampir seluruh universitas di Indonesia mengalami hal yg serupa. merubah sistem tidak mudah tapi jika ada usaha pasti bisa. minimal dimulai dari mahasiswanya. semisal kegiatan kemahasiswaan yg disponsori atau dibantu dari pihak kampus mampu dipertanggungjawabkan dan transparan dalam pengelolaannya, atau misalnya dana bantuan untuk penelitian dosen bisa lebih transparan pada penggunaannya, atau judul dan abstrak Skripsi serta Tesis dan Disertasi lulusan UNSRAT Manado dipublikasikan melalui Web UNSRAT agar terhindar dari plagiasi, atau mempublikasikan skripsi, tesis dan disertasi para tenaga dosen UNSRAT, dan lain sebagainya. saya pikir jika kita bisa melakukan perubahan pada hal-hal kecil ini, minimal mendorong hal2 kecil ini terlaksana, pasti hal yang lebih besar akan dapat dilaksanakan. Sehingga perubahan di UNSRAT Manado akan menjadi sebuah KENISCAYAAN……..!!! tanpa harus menyalahkan oknum atau mencacimaki saudara kita sendiri. GBU.
…BARU NAMA INSPEKTORAT…
.
..MEMANG ORANG INSPEKTORAT MO KASE-KASE TAU KALO DORANG DATANG….???
.
..BANYAK KERJAAN ITU REKTOR…
.
..KALO KURANG MO TUNGGU-TUNGGU DORANG DATANG…KAPAN MO KERJA LEI….
.
..
…INI KOMENTAR-KOMENTAR DI ATAS LEBE SERU DARI PADA INI TOPIK BERITA..
.
..NAPA REKTOR DENG ORANG INSPEKTORAT ADA BACA NGONI P KOMEN SO TATAWA TARE… :) :)
.
..
Makin lama,makin konyol ini pmbahasan komentar2 ttg ini konyol….
@samtol: so itu kwa baca kong simak bae2 tu komen… Kalo ngn blg nda mangarti berarti ngn le dapa lia konyol… Kong tmbh bodok deng biongo. So betul itu Sam da bilang
Sapa yg resistensi?? cuma ngna dgn ngna p ‘grup’ sto yg kase resistensi dsini yg laen mengerti dan bersimpati. Ator saja, kalo ngana memang yg paling ‘betul’, ‘cerdas’, dan ‘bermatabat’ disini… Hahaha… btw, qta ganti nama jo soalnya talalu siksa mo tulis nama yg pertama..
@Samtol Atau SIAPAPUN ANDA!
Disinilah keliatan ketidak-cerdas-an anda sebagai pembela Rektor.
kalau anda menggunakan kalimat sopan dan di sertai dengan fakta – fakta serta menggunakan nama yg sama tanpa ganti – ganti indentitas untuk mengungkapkan tentang kesalahan pemberitaan di beritamanado.com tentang boss anda, mungkin para pembaca akan mengerti dan bersimpati terhadap rektor atau boss anda.
Tapi ketika anda menanggapi dengan tidak cerdas dan bermartabat, maka akan semakin banyak resistansi yg akan dialamtkan kepada anda terutama boss anda.
Salam,
Sam
Kalau memang surat yg asli dari dikti sesuai dgn harian media massa ada muat hari ini benar, kapa dorang nda muat2 for konfirmasi sampe sekarang for ‘counter news’…
Dalam suatu media informasi, kalau informasi yg bagus/positif musti bayar karena dianggap promosi, kalo negatif gratis le nda apa2. wkwkwkk…..
Terakhir kalo orang so dewasa masih tulis2 soal donal bebek itu kantara konyol, mar kalo dia tulis2 soal donal trump itu baru bilang elegan. bruakakakakakaaa…..
Sam, kalau ngana bermatabat dan cerdas pasti sudah tahu membedakan mana yang benar dan salah berdasarkan konfirmasi dari Pak Daniel. Ujung-ujungnya ngana punya komentar tidak asal bunyi sama dengan S.A.M ada tulis di atas. Ngana sendiri yg memberikan komentar yg tidak cerdas dan bermatabat padahal tidak tahu yang benar dan yang salah.
@mangkage sirine, Qta pribadi nda suka dgn ngana punya komentar. Memang apa hubungannya antara nafsu dgn konyol, baru disitu so dapa lihat kekonyolan saudara. Haahahahaha
@S.aya A.nak M.onyet atau Siapapun Anda!
Kalau memang Rektor yg anda bela itu benar … Ayolah kita tantang buat ‘Counter-News’ bahwa selama ini pemberitaan beritamanado.com salah!
Saya rasa redaktur akan memuat berita anda tentang segala kebaikan Rektor Anda. dan kita sebagai pembaca mendapatkan berita yg bisa di klarifikasi. bukan dengan menyampaikan informasi sepihak atau satu arah!
Kalau anda ber-Pengetahuan dan Jeli melihat informasi dengan hati terbuka tanpa ada muatan lain, anda cobalah lihat berita yg di paparkan oleh redaksi, selalu di konfirmasi ke pihak terkait (Daniel Pangemanan)
Nah, Kalau anda merasa bahwa semua pemberitaan salah dan tidak tepat, gunakan cara yang CERDAS dan BERMARTABAT seperti HAK JAWAB dalam media.
Salam,
Sam
Hahahaha ada yg nafsuuuuu…. Disini jang ja banafsu jang mo dapa lia le ngoni p konyol
Donal bebek nda pake ‘d’ depe belakang,,,, mar kalo Rektor pake ‘d’ depe belakang jadi tulisannya ‘Donald’ …. ngana leh satu kote konyol bilang2 org lain,,,, jang setunjung kwa ngana pkekonyolan. hahahaha……
@mangkage sirene,
mar so ngna paling konyol yg qt prnah lia krn ngna p biongo ntau rektor ada ato nynda waktu inspektorat da dtg….. dp org dgn dp bahasa mencerminkan dp kekonyolan yg dia da blg sndiri….. wakakakakakaaa……
Kalo ada kenalan di KPK suruh turun sam kong periksa kalo ngana mo dapa di Rektorat?? Ngana pe asal bunyi dari poin satu sampe tujuh, pertama perlu cek bae2 kalo Rektor menghindar dari inspektorat. Cek inspektorat DATANG kapan ke UNSRAT terus cek kapan Rektor PERGI ke luar daerah…
Jadi, sam kase biar jo inspektorat curiga, kalo top leader tidak ada. Hahahahaha……………
Dengan iyo koteen sam, pemilihan pertama (sebelum diulang) Prof. Rumokoy pe suara lebih dari setengah. Jangan asal tulis kalo cuma didukung segelintir Guru besar (mmg asbun sekali dirimu yahhh), dan yang pasti dipilih karena mencintai PERUBAHAN… Tidak percaya, cek sandiri jo so basar. HAhahayay…..
Viva UNSRAT
Qta kira Donal Bebek yg paling konyol.. Ternyata ada donal lain le kote yg lebe konyol….
Hmmm ….
Kalau kita melihat berita diatas mungkin akan mengeluarkan stement ini
1. “Mungkin kedatangan Inspektorat tidak memberitahukan ke Rektor sebelumnya atau staff serta PR di rektorat tidak ada yg memberitahukan ke Rektor” ATAU “Agenda di luar Daerah JAuuhhhh lebih penting di bandingkan Pemeriksaan Oleh Inspektorat”
2. “Ah .. kaburrr … hehehehe
3. “Gawat nih .. Agendakan kegiatan di luar daerah sesegera mungkin Ah ..”
4. “Adoh .. somo dapa tahu kong dapa blow up di media .. lebe bae tumingkas!”
5. ….
6. ….
7. ….
Kenapa saya memberikan stement seperti diatas? karena hal yg tidak sopan ketika inspektorat datang Top leader tidak ada. malah ini lebih membuat inspektorat curiga …
Apakah harus KPK yang turun tangan seperti sebelumnya?
Ini lah Rektor pilihan Civitas Akademika UNSRAT … EH SALAH KOTE … Pilihan segelintir GURU BESAR yg cinta akan “Sesuatu”
Doa kami utk UNSRAT
Salam,
Sam