Pantauan BeritaManado.com di lokasi kejadian di depan Gereja GMIM Silo Watuliney, tampak situasi sudah kondusif dan aktivitas warga berjalan seperti biasanya, namun ratusan aparat gabungan TNI-Polri masih berjaga dilokasi guna memastikan situasi tetap aman dan kejadian serupa tidak berulang.
Dalam pertemuan tersebut tampak hadir Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Kasdam XIII Merdeka Brigjen TNI Noro Yulianto, Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Turnip, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setitono, Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli, BPMS Sinode GMIM, tokoh masyarakat dan agama di Kabupaten Minahasa Tenggara serta warga Desa Watuliney dan Desa Molompar.
Sebelumnya, perkelahian kelompok antara dua desa yakni Desa Watuliney dan Desa Molompar, terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Minggu (30/11/2025) dini hari, sekitar pukul 01.35 Wita.
Informasi diperoleh menyebutkan, diduga kejadian tersebut dipicu karena pengaruh minuman beralkohol.
Bermula ketika kelompok anak-anak muda membuat keributan di desa lain dengan cara berteriak-teriak hingga warga dan anak-anak muda desa setempat terpancing, kemudian melakukan pengejaran dan sempat terjadi aksi saling lempar batu.
Deidy
