Berita Utama

Inovasi Anti-Aging dari Kulit Pisang Goroho dan Daun Sesewanua, Tim Musclera Unsrat Lolos PKM 2025

Inovasi Anti-Aging dari Kulit Pisang Goroho dan Daun Sesewanua, Tim Musclera Unsrat Lolos PKM 2025

BeritaManado.com — Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dan Kemendiktisainstek
sukses menggelar Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025 yang dibiayai Belmawa (Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan).

Diketahui, PKM tahun 2025 ini, membiayai 1590 judul, dan dari 1590 itu ada lima tim dari Mahasiswa Unsrat, satu diantara Tim Musclera.

Musclera merupakan satu-satunya tim dari program studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsrat yang lolos pendanaan PKM tahun 2025, yang diumumkan pada Juli lalu.

Adapun Tim Musclera dalam seleksi PKM tahun 2025 ini mengusung Judul Penelitian “Potensi Anti-Aging Nanostructured Lipid Carrier Spray Gel: Kombinasi Limbah Kulit Pisang Goroho dan Daun Sesewanua sebagai Inhibitor Enzim Tyrosinase”.

Sementara itu Tim Musclera ini terdiri dari:
Ketua Anastasya Vania Thamsi dan Anggota Cenny M. Piter, Tiara Saputri, Nursabilah Syakirah dan Della E. Ronga.

Adapun Dosen Pendamping, Yuanita Amalia Hariyanto, S.Si., M.Si.

Tim Musclera adalah Mahasiswa Prodi Farmasi FMIPA Unsrat.

Mereka membuat inovasi baru yakni sediaan spray gel berbasis nanostructured lipid carrier dari limbah kulit pisang goroho dan daun sesewanua sebagai inhibitor enzim tyrosinase.

Riset penelitian Tim Musclera ini mendukung Tema PKM 2025 ke-2 yaitu, Kesehatan dan Gizi Masyarakat untuk sumber daya manusia yang sehat.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober selama tiga bulan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Terpadu, Universitas Sam Ratulangi Manado.

Latar belakang dan urgensi penelitian tim Musclera yakni Indonesia berada di daerah tropis dengan paparan UVtinggi, WHO mencatat 60.000 kematian akibat penuaan kulit.

Inovasi Anti-Aging dari Kulit Pisang Goroho dan Daun Sesewanua, Tim Musclera Unsrat Lolos PKM 2025

Di mana 100% wanita Indonesia di atas 41 tahun mengalami tanda penuaan kulit akibat UV.

Paparan sinar ultraviolet yang berlebih pada kulit meyebabakan enzim tryrosinase berlebihan sehingga terjadi hiperpigmentasi.

Untuk mengatasi hal tersebut diperlukannya senyawa antioksidan.

Di Sulawesi Utara, ternyata mempunyai bahan alam dari tumbuhan endemik yang berpotensi sebagai anti-aging yang mengandung senyawa antioksidan yaitu, limbah kulit pisang goroho dan daun sesewanua

Saat ini banyak masyarakat Sulawesi Utara belum memanfaatkan kulit pisang goroho sehingga kulit tersebut hanya menjadi limbah yang merusak lingkungan dan membuat penumpukkan sampah.

Padahal kulit pisang goroho mengandung senyawa tanin, fenolik, flavonoid di mana semua senyawa ini dapat memiliki potensi sebagai aktivitas antioksidan.

Sementara daun sesewanua, masyarakat Sulawesi Utara memanfaatkan tumbuhan tersebut sebagai obat tradisional yaitu, sebagai obat demam dan diare.

Sementara daun sesewanua mengandung flavonoid dan alkaloid dengan aktivitas antioksidan sangat kuat (IC-17,85 mg/L) sehingga berpotensi sebagai anti-aging sebagai inhibitor enzim tyrosinase.

Kedua sampel ini dikombinasikan oleh tim dalam bentuk sediaan spray gel dengan sistem penghantaran nanostructured lipid carrier dalam bentuk sediaan spray gel yang berpotensi untuk anti-aging sebagai inhibitor enzim tyrosinase.

Inovasi Anti-Aging dari Kulit Pisang Goroho dan Daun Sesewanua, Tim Musclera Unsrat Lolos PKM 2025

Untuk itu Tim Musclera berharap hasil penelitian ini tidak berhenti di tahap akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk kosmetik lokal unggulan yang berdaya saing tinggi.

Seluruh Tim Musclera dengan penuh semangat dan bersyukur.

Mereka berharap hasil penelitian ini tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan, tetapi dapat menjadi langkah nyata membawa inovasi ke tingkat lebih tinggi, yakni Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 di Universitas Hasanudin.

Pada akhirnya, ketua dan anggota tim Musclera berharap penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi, berkarya, dan membawa perubahan positif melalui penelitian yang berbasis potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan.

(***)

ADVERTISEMENT