Agama dan Pendidikan

Jaga Senyum, Jauhi Rokok: Unsrat Berdayakan Santri Jadi Duta Gigi Sehat di Manado

Jaga Senyum, Jauhi Rokok: Unsrat Berdayakan Santri Jadi Duta Gigi Sehat di Manado

MANADO – Upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap kesehatan gigi dan mulut terus dilakukan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Salah satunya melalui Program Kemitraan Masyarakat Kluster 2 (PKM-K2) yang memberdayakan remaja sebagai Duta Gigi Sehat Anti Rokok di Pesantren Darul Istiqamah Kota Manado.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim Unsrat ini melibatkan sebanyak 50 siswa Pesantren Darul Istiqamah. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, cara menjaga kebersihan gigi dan mulut yang benar, serta dampak kebiasaan merokok terhadap kesehatan rongga mulut.

Ketua tim pengabdian, Dr. drg. Ni Wayan Mariati, M.Kes, bersama tim memberikan edukasi dengan metode yang melibatkan peserta secara aktif. Kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui diskusi, tanya jawab, demonstrasi, serta penggunaan media edukasi berupa presentasi, video, poster, booklet dan banner.

ADVERTISEMENT

Program tersebut dirancang tidak berhenti pada penyuluhan. Para santri juga diberikan pembekalan mengenai teknik komunikasi dan edukasi kesehatan agar mampu menyampaikan kembali informasi yang diperoleh kepada teman-teman sebaya.


“Duta Gigi Sehat Anti Rokok” kemudian dibentuk sebagai kader remaja yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan pesantren. Melalui pendekatan edukasi sebaya, pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta menjauhi rokok diharapkan dapat diteruskan secara berkelanjutan oleh para santri sendiri.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Sebelum edukasi, hanya 3 siswa atau 6 persen yang berada dalam kategori pengetahuan baik. Setelah mendapatkan materi, jumlah tersebut meningkat menjadi 28 siswa atau 56 persen.

Sebaliknya, jumlah siswa dengan tingkat pengetahuan kurang mengalami penurunan. Sebelum kegiatan, terdapat 32 siswa atau 64 persen dalam kategori tersebut, sedangkan setelah edukasi jumlahnya turun menjadi 2 siswa atau 4 persen.

Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan juga menghasilkan kader Duta Gigi Sehat Anti Rokok. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan bersama guru, terpilih Gilang Fatriansyah dan Siti Khumairah Lihawa sebagai Duta Gigi Sehat Anti Rokok Pesantren Darul Istiqamah.

Keduanya mendapatkan pembekalan untuk menjalankan peran sebagai agen perubahan melalui edukasi kesehatan kepada teman sebaya. Dalam kegiatan tersebut, para calon duta juga mengikuti praktik kampanye kesehatan gigi dan mulut kepada teman sebaya.

Program ini merupakan bagian dari upaya Unsrat dalam mendorong pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan gigi dan mulut dengan melibatkan remaja secara langsung.


Melalui pembentukan kader dari kalangan santri, program diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat mendukung keberlanjutan edukasi kesehatan di lingkungan pesantren.

Tim pengabdian berharap model pemberdayaan remaja melalui Duta Gigi Sehat Anti Rokok dapat terus dikembangkan dan diterapkan di lingkungan pendidikan lainnya, sehingga semakin banyak remaja yang memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sekaligus menghindari perilaku merokok.

(***/rds)