Manado – Gubernur Sulut, SH Sarundajang merespon pemberitaan soal penolakan Front Pembela Islam (FPI) yang terjadi beberapa hari belakangan ini di Sulut.
Kepada wartawan gubernur dua periode ini mengatakan kehadiran FPI jangan sampai meretakkan harmonisasi yang terjadi diantara kita. “Tetapi lihat saja, ternyata ditanggapi dengan positif sekali oleh teman-teman, saudara-saudara kita dari muslim. Kalau kriteria jelas, masuk FPI di sini untuk mengutuhkan kita, tetapi sekarang belum apa-apakan sudah ada penolakan, dan yang menolak bukan kita, MUI menolak, Ansor menolak, dan lain-lain. Kalau sudah begitu kenapa mau dipaksakan,” sergah Sarundajang.
Lanjut Sarundajang, kalau tujuan FPI jangan ada maksiat-maksiat, kita juga begitu, pemuda-pemuda lain juga begitu. “Kalau saat Idul Fitri (diminta) tutup tempat-tempat hiburan (malam) kita sudah laksanakan, macam-macam sudah kita lakukan, lalu FPI hadir untuk apa,” timpalnya.
Sebab sensitif sekali organisasi agama yang tidak tertampung oleh organisasi-organisasi agama besar. “Nah ini, kadang-kadang bisa menggangu kita, itu saja karena kita tidak bermusuhan dengan FPI,” kunci Sarundajang.(jrp)

Jangan sembarangan berbicara. Semua yg kalian komentari kami jga merasa tersinggung. Cobal lah kalian sadar berbicara dgn beraturan jngan mmbawa dgn agama islm.
SULUT Selamanya Milik TUHAN YESUS KRISTUS, Tidak boleh ada Anjing-anjing Penyesat dan Pemecabelah
sebisa mungkin fpi jangan sampe masuk ke sulut(manado)yg ada ini ormas pasti cari gara2 trs bikin rusuh
untuk teman-teman sekalian, diharapkan jangan membawa isu SARA dalam menanggapi soal FPI, bagi yang menolak jangan membawa nama Agama dan kedaerahan, karena memang di SULUT bukan hanya Minahasa, Minut, Minsel, Tomohon, Mitra, Manado, Bitung tapi juga ada SITARO, Sangihe, Talaud, Bolmut, Boltim, Bolmong, Bolsel dan Kotamobagu dan itu merupakan anugerah yang luar biasa dan harus disadari bahwa di SULUT juga bukan hanya ada Kristen (Protestan dan Katolik) tapi juga ada Muslim, Buddha, Hindu dan Konghucu dan ini harus disyukuri, nah karena di daerah ini begitu banyak perbedaan dan keragaman tapi terbukti tetap aman dan rukun maka dari itu kami menolak Ormas yang mengatasnamakan agama padahal kenyataannya membawa permusuhan, kekacauan dan perselisihan atau dengan kata lain merusak kerukunan yang sudah ada. Mari kita bersatu menolak kekerasan dan permusuhan….
Salam damai dari Rakyat Biasa
sulut menolak fpi? So tanya pa org bolmut,bolsel,bolmong,boltim dg kk?? Atw sulut itu manado minahasa?
Di Aceh adala peraturan Islam jadi Sulut Manado adalah aturan Kristiani
Blng pa FPI Jgn COBA-COBA msk di Sulut
buktinya perang saudara Palu, Prang ternate… jangan buat sulut seperti ituu…
@dua kebenaran, kenapa memakai FPI (FRONT PEMBELA ISLAM) jelas SULUT Menolak Krna Mayoritas Umat KRistiani? apakah ini salah satu tugas Pokok FPI untuk mmbebaskan Teroris masuk di sulut? apa sih yng harus di bela sdgkn tidak ada diskriminasi umat islam di Sulut? smua prsepsi org berbeda jadi sekalipun anda menjelaskan Tentang FPI tapi Kenyataannya hak Umat kristen di kotamobagu di kekang FPI, kenapa FPI tidak dibubarkan saja? kalo FPI adalah adiknya dri POLISI? kenapa umat kristiani tidak bisa gabung dgn FPI? kalo mmng itu tugas pokok pemerintah dgn Ormas lantas SATPOL PP adiknya siapa dong? sebagai koreksi namanya saja tidak adil,,, ini negara keadilan.. dan negara keTuhanan PEMERintah Harus Adil.. bukan seenaknya saja membuat ormas Seperti FPI itu hanya mnimbulkan KErusuhan Negara ini
Dari: https://id-id.facebook.com/orangmanado/posts/10151471414263590
oke saya jelaskan sedikit tentang Front Pembela Islam atau FPI adalah ormas yg paling fenomenal dan kontroversial di Indonesia. Dicaci-maki oleh rakyat tapi dibutuhkan penguasa. FPI itu bukan ormas agama. Bukan ormas Islam. FPI itu ormas biasa yang dibentuk oleh pemerintah kita sendiri dan TNI/Polri pasca reformasi. Cikal bakal FPI adalah Pam Swakarsa yg dirikan Panglima ABRI (Pangab) Jend Wiranto berserta pucuk pimpinan Polri. Tujuannya : mencegah konflik vertikal.
Konflik vertikal itu adalah konflik antara massa dengan Pemerintah. Aparat keamanan : Polri dan TNI. Konflik vertikal ini dianggap merugikan. Konflik vertikal merugikan dan merusak citra polisi dan TNI karena cenderung menimbulkan citra bhw Polri dan TNI itu musuh rakyat. Ini berbahaya. Sebab itu Wiranto cs membuat Pam Swakarsa. Massa demo mahasiswa/aktivis dihadapi oleh massa sipil juga. Pamswakarsa ini komandani aktivis mahasiswa. Tapi Pamswakarsa punya kelemahan mendasar. Mudah ditebak sebagai antek Pemerintah dan dibayar. Maka harus ditransformasi ke ormas yg lebih tepat. Maka lahirlah Front Pembela Islam. Semula mau dinamakan Front Pembela Indonesia. Kata “Islam” dipakai karena lebih “startegis”
Biaya awal pendirian FPI adalah Rp 250 juta utk sewa markas dan rekrut anggota. Biaya bulanan tidak tentu,antara 50-100 juta. Sumber dana dari TNI dan Polri. Tujuan utama pendirian FPI : garda terdepan pasukan Polisi, pembuat isu, maintain (maintenance) isu, kelola konflik, pengumpul informasi dsb. Peran FPI ini persis konsep BanPol (pembantu polisi) dan Babinsa (bintara pembina desa). Dengan kata lain,FPI menjadi “pasukan marinirnya” Polisi. FPI bergerak berdasarkan sistem komando. Atas dasar instruksi dari petinggi Polri dan TNI. Agendanya jelas dan terarah.
Diawal berdirinya FPI sempat ada “kesalahapahaman” antara anggota FPI dengan aparat polisi yang belum tahu bhw FPI itu “adik kandung” polisi. Ada cerita lucu, pimpinan FPI ditangkap polisi, bawa mobil ga ada SIM& STNK. Kemudian datang pasukan ke polres, seisi Polres ditampar. Atau cerita lucu yang terbaru : Munarman ditilang Polisi..Polisi yg menilang yang ditampar abis2an oleh Munarman. Munarmannya gak diapa-apain. Jadi FPI itu adalah Front Polisi Indonesia yang menyamar sebagai Ormas Islam. Agenda FPI adalah agenda polisi. Berdasarkan laporan CIA malah BIN juga ikut membantu
Publik pernah membaca laporan CIA, bhw BIN (Badan Intelejen Negara) membantu milyaran Rupiah setiap tahun ke FPI. FPI itu asset pemerintah untuk “berhadapan” dengan rakyat. Untuk menipu publik, pimpinan FPI dipasang sosok “ulama & tokoh agama”, kata “Islam” dipakai sbg perisai FPI dari serangan/ktritik publik. Tidak ada satu kata atau satu kalimatpun dlm tujuan pendirian FPI utk : Dakwah, syiar Islam, Amar Maruf dst…sama sekali tidak ada!! FPI hanya alat. Pemerintah tahu persis risikonya jika aparat polisi/TNI yg menyerang atau menangkap aktivitas2 elemen rakyat yg dinilai “membahayakan”. Pemerintah khawatir dengan citra Polri/TNI dan pemerintah di mata internasional. Terkait isu HAM, demokrasi dsb. FPI yg “dimajukan” kedepan. Sesekali FPI memang Offiside atau Abused of Power. Serang2 warung maksiat atau judi2 “tak berizin”. Sengaja dibiarkan supaya ada legitimasi. Anggota2 FPI yang Offside itu kadang ditangkap dan ditahan jika banyak sorotan publik, tapi langsung dilepas lagi jika sorotan publik sudah reda
Pemerintah dan FPI butuh “legitimasi” agar FPI benar2 dipercaya publik sebagai ormas agama. Bukan sebagai ormas bentukan Polri/TNI. Padahal FPI ditujukan untuk agenda dan tujuan politik praktis pemerintah. Itu sebabnya setiap aksi “pesanan”, Polisi selalu hadir dibelakang FPI. Aggota/kader-kader rendahan FPI sama sekali tidak tahu bahwa FPI itu bentukan, ditunggangi dan jalankan agenda Polisi/Pemerintah. Sentimen mereka dimainkan. Sekarang ini biaya operasional FPI itu rutin dari pemerintah dan dari setoran bandar-bandar narkoba/prostitusi yg sudah “dicuci” dan juga dari hasil pemerasan. Sesekali FPI dibolehkan jalankan “aksi sendiri” utk maintain eksistensi FPI. Tapi aksi utama FPI tetap sbg kepanjangan tangan Polri
Siapakah yang rugi? Jawabnya : Umat islam. Kata “Islam” yg melekat pada FPI memperburuk citra Islam di dalam negeri dan luar negeri. pemerintah aman. Bersih. Tuntutan pembubaran FPI kepada Pemerintah, sampai kiamat tidak akan dipenuhi Pemerintah. Karena FPI itu memang bagian dari startegi Pemerintah. FPI tetap dibutuhkan Pemerintah dalam “penyelesaian kasus-kasus tertentu” yang sensitif, abu2, rawan dan potensial timbulkan konflik horizontal. Satu-satunya cara adalah : ajukan gugatan class action ke MA utk merubah nama FPI dengan cabut kata Islam di FPI atau batalkan SK pendiriannya. Sudah lama nama Islam dirusak, dicemarkan, dimanfaatkan dan ditunggangi oleh FPI/Pemerintah. Sudah saatnya hal itu diluruskan. Umat Islam rugi besar gara-gara itu.
Adakah yang meraih keuntungan di balik FPI? Jelas ada, yang untung ya Polri dan Pemerintah, nama mereka bersih, rakyat di adu domba, nama islam tercemar. Isu2 strategis terkendali.
Di kotamobagu so ada FPI dank?? Mantap. Buat teman teman muslim di sana.. jaga torg p kerukunan selama ini. BoHuSaMi..dorang itu hanya bom Waktu.. suatu zaat akan meledak aeperti di jawa
Jangan berani FPI masuk manado torang beking RW pa dorang
SULUT ini brooo bukang JAWA….. jd jang coba2 maso…..
kemaren waktu puasa di kotamobagu ada seorang isap rokok dpen toko abdi tiba2 datang fpi dan melarang orang itu terus orang itu tanya kiapa soh ? Untung orang itu ternyata tentara kalau tidak fpi so pukul disini dapalia fpi arogan cuma suka tunjung jago puasa itu kan masing2 orang ada orang islam nda puasa karna satu alasan kenapa fpi lakukan swepeng nembole broko dijalan restoran dng rumah makang musti tutup skarang tamo tanya apakah di kotamobagu cuma islam dp penduduk ? Ada orang kristen yg mo makang siang so nemboleh jadi fpi itu provokator pancing2 kerusuhan io toh ?
jangan larang FPI Masuk, silahkan FPI masuk, karena kalo torang gencar tolak FPI masuk, maka ini Front Perusak Iman anggap orang SULUT takut dengan FPI, jadi silahkan FPI Masuk kong kalo perlu undang ke Gereja, Masjid Ahmadiyah, Kuil dengan Vihara. klo dorang tolak undangan ke Gereja dan tempat Ibadah lainnya baru user pa dorang…..
Kita akan jaga SULUT Bebas dari Intervensi Ormas .Terlebih Ormas yang sepertinya tidak segan kepada Pemerintah!!
BatuuUuul sekali utk apa FPI msk sulut.???.kita juga melarang perbuatan yang berlawanan dgn ajaran2 agama.!!!!.kalau pun ada yang melanggar biarkan saja pemerintah setempat yang mengatasinya bukan ormas.!!!.
Hati-Hati singa berbuluh domba jangan salah mengaplikasikan kasih. Tuhan bilang cerdik seperti ular tulus seperti merpati.
Api kalau kecil jadi teman tapi kalau so besar susah dikendalikan dia bisa bakar kota manado. cukup to.. di manado ada LASKAR MANGUNI
NIMBOLE MASUK… TOLAK FPI….
pokoknya fpi nda bole maso SULUT