
Manado – Menurunnya Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal PT Bank Sulut yang merosot hingga 8 persen pada 2011 menjadikan PT Bank Sulut dalam pengawasan Bank Indonesia (BI). Ketika itu Bank Sulut berpotensi menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Hal tersebut dikatakan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang pada rapat paripurna di DPRD Sulut, Rabu (4/9) malam. “Sehingga BI menyarankan pemerintah mengambil langkah strategis dalam rangka peningkatan modal yang disetor,” ujar Sarundajang.
Lanjut Sarundajang, salah-satu alternatif penyelamatan PT Bank Sulut bersumber dari investor strategis. Dari sekian banyak tawaran setelah dilakukan evaluasi maka pilihan jatuh kepada Mega Corpora. Karena Mega Corpora menurut Sarundajang, tidak berambisi memiliki PT Bank Sulut.
“Kemudian ditandatangani kesepakatan, lima tahun kemudian jika pemerintah Sulut memiliki kemampuan dapat mengambil kembali. Alasan-alasan yang sangat simpatik dan kuat ini sehingga membuka kesempatan sesuai saran BI menerima setoran modal dari pihak ketiga serta mengacu pada undang-undang yang berlaku sesuai mekanisme yang ada,” jelas Sarundajang.
Terkait penyertaan modal pemerintah provinsi kepada PT Bank Sulut, dijelaskan Capres peserta Konvensi Partai Demokrat ini, perlunya Perda penyertaan modal sebagai landasan pemenuhan target penyertaan modal.
“Peraturan Daerah tentang penyertaan modal pemerintah kepada PT Bank Sulut ditujukan untuk memberikan landasan terhadap pemenuhan sebagai target penyertaan modal pada PT Bank Sulut sejumlah 200 sampai 500 milliar rupiah. Rencana untuk tahun 2013 sesuai KUA-PPAS yang baru disepakati Pemprov Sulut akan menyertakan dana 40 milliar rupiah,” tukas Sarundajang.
Rapat paripurna dengan agenda penandatanganan nota kesepahaman KUA-PPAS perubahan APBD Provinsi Sulawesi Utara tahun anggaran 2013 dan penyampaian kinerja alat kelengkapan DPRD serta penyampaian penjelasan Gubernur terhadap Ranperda tentang penyertaan modal pemerintah provinsi Sulawesi Utara kepada PT Bank Sulut dipimpin Ketua Deprov Meiva Salindeho Lintang, juga hadir Dirut Bank Sulut James Salibana.(Jerry)

Bongkar!!!!!
BPD Sulut memang jadi lahan kolusi tingkat tinggi.BPK dan KPK tolong usut tuntas
putar bale bake lle ngoni!!!!!! mo kena di besii kpk ngoni,,, kita gila tapi hal bagini kota jadi sadar kali ngoni so bekeng bodok rakyat sulut
iyo katu noh. pertanyaannya: berapa “share” doi yang diterima SHS, Wagub, dan Sekprov untuk menggolkan Mega Corp?????
ini bisnis yang menguntungkan dan saling menguntungkan toh!!!!!
Haha…… Papa(SHS) turung tangan krn ulah anak Ivansa di Bank Sulut, klu nda salah belasan miliyard Ivansa da pake di Ford atau peke for…….. Aaaagghhhhh