
Penulis: Sri Surya | Manado
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) Sulawesi Utara pada Juli 2026 sebesar 2,53 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,27.
Sementara itu, Kota Manado menjadi daerah dengan inflasi tertinggi di Sulut, yakni 3,52 persen, sedangkan Kabupaten Minahasa Utara mencatat inflasi terendah sebesar 1,00 persen.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat Sulawesi Utara mengalami deflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 1,05 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) hingga Juli 2026 mencapai 3,38 persen.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Watekhi, mengatakan inflasi tahunan dipengaruhi oleh kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.
“Pada Juli 2026, Provinsi Sulawesi Utara mengalami inflasi year-on-year sebesar 2,53 persen dengan IHK 112,27. Inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga pada berbagai kelompok pengeluaran, sementara Kota Manado menjadi daerah dengan inflasi tertinggi di Sulawesi Utara sebesar 3,52 persen,” ujar Watekhi.
Secara tahunan, kelompok pengeluaran dengan kenaikan tertinggi adalah pendidikan yang mengalami inflasi 11,67 persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,66 persen, serta transportasi sebesar 5,81 persen.
Sementara kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi 3,20 persen, sedangkan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya naik 2,45 persen.
BPS mencatat sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi tahunan, antara lain emas perhiasan, angkutan udara, akademi/perguruan tinggi, ikan malalugis, ikan cakalang, daun bawang, telepon seluler, ikan deho, bensin, minyak goreng, mobil, bawang putih, sepeda motor, hingga jasa pemeliharaan kendaraan.
Sebaliknya, komoditas yang menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi secara tahunan antara lain cabai rawit, tomat, daging babi, bawang merah, beras, cabai merah, minuman ringan, terong, lemon, cumi-cumi, jahe, wortel, serta telur ayam ras.
“Dari empat daerah cakupan IHK di Sulawesi Utara, seluruhnya mengalami inflasi tahunan,” kata Watekhi.
Kota Manado mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,52 persen, disusul Kota Kotamobagu 1,67 persen, Kabupaten Minahasa Selatan 1,08 persen, dan Kabupaten Minahasa Utara 1,00 persen.
