
Tahuna, BeritaManado.com – Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai upaya memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto, Wakil Bupati Tendris Bulahari, Sekretaris Daerah Melanchton Herry Wolf, serta jajaran TPID dari berbagai instansi terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang responsif dan adaptif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
“Stabilitas harga kebutuhan pokok dan kelancaran distribusi pangan merupakan prasyarat utama dalam menjaga daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujar Michael Thungari.
Ia menambahkan bahwa melalui forum HLM TPID diharapkan lahir rekomendasi kebijakan yang strategis, terukur, dan berkelanjutan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat Kepulauan Sangihe.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Joko Supratikto mengungkapkan sejumlah tantangan struktural yang memengaruhi inflasi daerah, khususnya keterbatasan akses transportasi udara dan laut.
“Kondisi geografis kepulauan berdampak pada fluktuasi harga komoditas strategis seperti cabai rawit dan bawang merah. Karena itu, penguatan ketahanan pangan perlu dilakukan melalui kerja sama antar daerah, gerakan pangan murah, serta peningkatan kelancaran distribusi pangan,” jelas Joko.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur logistik sebagai bagian dari strategi jangka menengah dalam menjaga stabilitas harga di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
(***/srisurya)
