
Peliput: Jhonli Kaletuang I Manado
Partai puncak Liga 4 Piala Gubernur Sulut antara Persma 1960 dan Bolsel FC menyajikan drama pertandingan yang penuh tensi dan intensitas tinggi.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil menekan dan memperagakan permainan terbuka yang memanjakan mata penonton.
Babak pertama berlangsung dalam tempo cepat dengan jual beli serangan di kedua sisi lapangan.
Persma 1960 dan Bolsel FC sama-sama menciptakan peluang berbahaya, namun solidnya lini pertahanan serta penampilan gemilang kedua penjaga gawang membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persma 1960 tampil lebih agresif dan mulai mengambil alih kendali permainan.
Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-14 setelah jeda.
Herrie Syamsudin Lontoh muncul sebagai pembeda lewat sundulan keras yang tak mampu dibendung kiper Bolsel FC, memecah kebuntuan bagi timnya.
Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan Persma 1960.
Tak butuh waktu lama, hanya berselang sekitar satu menit, Herrie kembali menunjukkan ketajamannya.
Kali ini melalui sepakan terarah dari dalam kotak penalti yang sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol, Bolsel FC berusaha bangkit dan meningkatkan intensitas serangan.
Namun, rapatnya pertahanan Persma 1960 membuat setiap upaya mereka selalu kandas sebelum membuahkan hasil.Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan Persma 1960.
Penampilan gemilang Herrie Syamsudin Lontoh memastikan dirinya menjadi pahlawan sekaligus pembeda dalam laga final yang penuh gengsi tersebut.
