
Penulis: Frangki Wullur I Langowan
Hari Minggu Panggilan yang dirayakan oleh umat Katolik seluruh dunia para pekan ekempat setelah Paskah selalu mengandung pesan yang relevan bagi kehidupan umat.
Untuk tahun 2026 ini, Hari Minggu Panggilan mengangkat tema Yesus adalah gembala, dimana umat diajak untuk memaknai tiga tugas perutusan Yesus sebagai imam, nabi dan raja.
Pater Claudius OCD yang memimpin perayaan ekaristi di Gereja Katolik Paroki St. Petrus Langowan, Minggu (26/4/2026) menjelaskan secara sederhana tentang Yesus sebagai gembala.
“Yesus sendiri adalah pintu bagi umat manusia untuk sampai kepada Allah. Pintu ini fungsinya sebagai tempat keluar dan masuk domba-domba menuju ke padang rumput hijau. Didalamnya terdapat sebuah proses bagaimana seseora bisa menjadi gembala,” ungkap Pater Claudius OCD.
Ditambahkannya, demikian juga dengan para rasul Yesus, dimana sebelum menjadi gembala, mereka dipersiapkan oleh Yesus sendiri dengan mengalami segala dinamika pelayanan.
“Para rasul ibarat mengikuti sekolah Kristus. Demikian juga dengan salah saru rasul Yesus yaitu Penginjil Yohanes yang setia mengikuti pegnajaran-pegnajaran yang Yesus berikan. Setelah tiba waktunya, Yohanes memuridkan St. Ignatius dari Antiokia,” katanya.
Proses yang sama juga berlaku pada rasul lainnya termasuk sang pemimpin yaitu Petrus. Hal ini terus berlangsung hingga kini dan dalam Gereja Katolik dikenal dengan istilah suksesi apostolik, dimana tugas sebagai gembala ada pada Paus, Uskup dan para Imam.
Selanjutnya, Pater Claudius menerangkan bahwa menjadi seorang gembala berarti memiliki tugas untuk menjaga kawanan dombanya, termasuk memastikan ada tugas untuk memastikan umat hidup dalam kebenaran.
“Sebagai gembala, seorang imam harus hidup dalam tanggung jawab pelayanan sakramen kepada umatnya. Gembala juga harus terus membangun relasi yang akrab dengan kawanan dombanya,” ujarnya.
