Itu sebabnya, dalam berbagai platform media sosial, warganet Indonesia diketahui punya pengaruh dalam menentukan trending topic hingga laku atau tidaknya produk yang ditawarkan.
Indonesia kini bahkan dilirik sebagai pasar digital potensial oleh sejumlah industri kelas dunia, seperi K-Pop dan K-Drama.
Namun, sisi negatif juga tidak kalah berpengaruh, di mana warganet sering terpicu oleh isu atau judul klik bait dari berbagai media.
Minimnya minat untuk membaca dan mencermati isi tulisan sering berakibat pada reaksi yang kurang tepat sehingga berdampak pada kesalahpahaman yang berujung pada keributan di media sosial.
Akhirnya, berbagai informasi yang belum tentu benar terlanjur viral di dunia maya.
Untuk memperbaiki dan meningkatkan minat baca buku, Perpustakaan Nasional lewat laman website perpusnas.go.id bahkan membuat inovasi dengan membuka keanggotaan digital agar menarik minat masyarakat karena makin dipermudah mengakses buku.
Kominfo RI juga turut memerangi sumber sumber hoax dengan menutup atau memblokir laman atau situs yang dinilai menyebar hoax atau memuat konten yang tidak sesuai dengan norma dan aturan di Indonesia.
Peringatan Hari Buku Nasional 2021 pun diharap dapat membangkitkan semangat literasi warga Indonesia terutama generasi muda.
(***/srisurya)
