Manado – Multiplier effect kenaikan harga BBM adalah naiknya tarif angkutan, harga bahan pokok dan berbagai kebutuhan lainnya. Imbas ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan kaum buruh dan pekerja.
Tak heran kalangan pekerja swasta yang ditemui BeritaManado.com, Selasa (18/6), berharap pemerintah daerah bisa ikut cari solusi mengatasi dampak kenaikan BBM khususnya buat kaum buruh.
“Kalau bisa ada penyesuaian dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun ini supaya kenaikan BBM tidak memberatkan biaya hidup kalangan buruh dan pekerja,” sebut Asni, karyawan salah satu toko di Pasar 45 Manado.
Junita, rekan Asni, menyebut kenaikan BBM akan menekan kalangan pekerja yang sudah berumah tangga.
“Kami harus menabung untuk anak-anak, belum lagi bayar uang kost karena kebetulan suami saya pekerja swasta sama dengan saya, bagaimana nasib kami kalau harga kebutuhan dan tarif angkutan naik,” sebutnya. (alf)
