
Manado, Berita Manado.com – Suasana senja di pesisir Pantai Manado menjadi penutup yang berkesan bagi penyelenggaraan Lomba Gulat Pantai perdana di Sulawesi Utara.
Kegiatan olahraga yang berlangsung penuh semangat tersebut resmi ditutup oleh Sekretaris PGSI Sulawesi Utara, Hardinan Jodi Sangkoy, S.T.
Dalam sambutannya, Hardinan mengawali dengan ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di daerah tersebut.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya kegiatan Gulat Pantai hari ini dapat berjalan lancar dan sukses hingga penutupan,” ujarnya di hadapan para atlet, panitia, dan masyarakat yang turut menyaksikan pertandingan di tepi pantai.
Sepanjang pelaksanaan lomba, para pegulat menunjukkan kemampuan teknik, kekuatan, serta semangat sportivitas yang tinggi.
Arena pasir pantai menjadi saksi perjuangan para atlet yang tampil maksimal demi meraih kemenangan.
Hardinan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi, baik yang berhasil meraih juara maupun yang belum.
“Kepada para juara kami ucapkan selamat atas prestasi yang diraih. Namun kami juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua peserta yang telah bertanding dengan penuh semangat,” katanya.
Menurutnya, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dalam olahraga. Proses, pengalaman, serta persahabatan yang terbangun selama kompetisi merupakan nilai penting yang harus dijaga oleh setiap atlet.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, wasit, juri, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Di akhir sambutannya, Hardinan berharap lomba gulat pantai dapat terus dikembangkan sebagai wadah pembinaan atlet sekaligus upaya melestarikan olahraga tradisional.
“Semoga kegiatan ini terus berkembang dan menjadi ajang bagi para atlet gulat pantai untuk menunjukkan kemampuan mereka. Mari kita jaga dan lestarikan olahraga ini sebagai bagian dari warisan budaya,” tutupnya.
Lomba Gulat Pantai perdana ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pengurus KONI Kota Manado, yang menilai kegiatan tersebut berpotensi menjadi agenda olahraga rutin sekaligus sarana pembinaan atlet daerah.
(Jhonli Kaletuang)
