“Dengan anggaran triliunan dan APBN yang defisit, belum lagi program prioritas lainnya, tentu itu jadi masalah besar,” jelasnya.
Meski tekanan fisik atau intimidasi keras belum terlihat selama tiga bulan pemerintahan Prabowo, Nova mengingatkan adanya potensi polarisasi yang meningkat, baik di dunia maya maupun nyata.
Mengalihkan Kritik Terhadap Kebijakan
Salah satu pola yang muncul adalah trolling untuk mengalihkan kritik terhadap kebijakan, seperti yang terjadi pada program makan bergizi gratis.
Trolling tersebut meredam diskusi tanpa berujung pada intimidasi fisik seperti di era Jokowi.
“Alih-alih membahas isu substantif, narasi sering kali berfokus pada citra dan popularitas,” kata Wawan.
Risiko lainnya adalah meningkatnya polarisasi di masyarakat, yang dapat melemahkan hubungan antarwarga negara.
(Erdysep Dirangga)
