
MANADO—Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang mengaku sangat kecewa mendapati ada sejumlah toko di Kota Manado yang minim pernak pernik Natal. Akibatnya menurut dia, suasana Natal kurang semarak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2012 di ruang Mapalus Kantor Gubernur, Kamis (22/12).
“Saya kecewa dengan suasana di depan toko-toko yang masih minimnya (dekorasi) untuk menyambut Natal. Padahal Sulut adalah mayoritas warga yang merayakan Natal,” kata Sarundajang.
Kekecewaannya dengan suasana dekorasi Natal di toko-toko merupakan kritikan gubernur kepada para pengusaha yang ada di perkotaan. Padahal menurutnya, itu merupakan daya tarik tersendiri bagi kota Manado sebagai ibu kota Sulut.
“Saya berharap ini bisa ditindaklanjuti para pemilik toko dan tempat usaha untuk segera memajang hiasan Natal agar suasana lebih semarak lagi,” katanya. (jrp)

PUTAR BALE…
INI FOTO BUKAN PAS DESEMBER,
INI KONDISI TOKO LAGI LOW SEASON
Rina: Setuju…..
Itu tandanya Manado bukan lagi kota mayoritas kristen, mgk sudah 60% muslim dan 40% kristen….. Waspadalah, tahun2 ke depan tdk ada lg nilai2 kekristenan di manado
Kaluar tu depe asli… Salalu jo kwa kalo mo bakomen: ” Hendaklah qta rayakan natal dengan KESEDERHANAAN” Lamu!!! Mana ni bos2 pernah rayakan natal dgn sederhana?? Mo sederhana bagimana sdgkn cuma dekorasi dipermasalahkan?? So nda sadar so kaluar d p asli
kota relegiussssssssssss?????? HAHAHAHAHAHA cek en ricek doceee….
kage ini, flao…flaooo ngoni kalo kita beberin di sini tu kalakuan orang manado di kota religus. sodom deng gomora tauuuuk…. mangarti ngoni!?!?! HIHIHIHIHI
makanya bos…bos…sulut…kalo kase statemen ke masyarakat, cek cek kasyiang deng TANYA KENAPA??? jang asal malontok tu bibir ba komplen.
torang pe suka deng hak nemau ba hias.. kiapa mo pusing??
WANI PIROOOO? HAHAHAHA
Sebagai kota Religius mampu mengekspresikkan nilai-nilai kristiani baik dalam pencitraan maupun dalam bersikap, menanggapi himbauan Gubernur. Janganlah kita apriori apalagi kepada mempelintir himbauan tersebut, itu tidak sportif namanya
Iyo kang, kiapa SHS mo bingo akang? Kiapa dia ndak suruh tu kantor2 pemerintah berhias menyambut Natal jo dang? Daripada pasang2 baliho acara for taon depan…. ndak jelas le…. hehehehe….
Maar atik picah tatawa da baca ini Aceng, Alves deng kiki pe komentar noh…… hahahhaha…. Barol pe komentar tu aneh.. apa hubungan antara hiasan natal dengan kota religius…. hehehhehe…
itu le kang @Alves, kalo toko BH dengan CD mo gantung apa??? co tanya pa dia… soalnya dia paling jago tu bagitu….
Alaaaa… Nda war2! Itu katu toko p hak noh!! Kiapa mo pusing2..! No kalo toko bahan bangunan masa dia mo jual hiasan natal??? Ckckck…
yah, ini noh Gubernur yg suka pencitraan… bagimana moh hidup hemat kalo Gubernur rupa bagini… deng kalo mau lebe rame itu Manado, kase dukungan dana2 dang buat toko2 itu supaya dorang boleh bahias deng badekor sesuai kemauan Gubernur.
Himbauan Gubernur harus diukung, tunjukkan identitas kota Manado sebagai salah satu kota Religius!!!