Berita Utama

Gen Z Paling Vokal Menolak, 66,1 Persen Warga Masih Ingin Pilkada Langsung

Gen Z Paling Vokal Menolak, 66,1 Persen Warga Masih Ingin Pilkada Langsung
Ilustrasi 66,1 persen publik tolak wacana Pilkada dipilih DPRD. (Ist)

Jakarta, BeritaManado.com — Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke tangan DPRD mendapat lampu merah dari publik.

Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia tetap menginginkan hak pilih berada langsung di tangan mereka.

Dalam rilis yang digelar di Jakarta, Rabu (7/1/2025), Peneliti Senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, memaparkan bahwa sebanyak 66,1 persen responden secara tegas menyatakan tidak setuju jika kepala daerah dipilih oleh legislator.

Sebaliknya, hanya 28,6 persen masyarakat yang mendukung wacana tersebut.

“Angka penolakan di atas 65 persen ini bukan angka kecil. Ini menunjukkan penolakan yang masif dan sistemik,” ujar Ardian, dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com.

Penolakan Melintasi Batas Geografis dan Ekonomi

Menariknya, keinginan untuk mempertahankan Pilkada langsung bukan hanya milik kelompok tertentu.

Ardian menjelaskan bahwa gelombang penolakan ini terjadi secara merata di seluruh penjuru negeri, melintasi sekat gender hingga wilayah tinggal.

“Baik masyarakat di desa maupun di kota, semua satu suara menolak. Isu ini bukan hanya milik warga perkotaan yang melek politik, tapi juga menjadi perhatian serius bagi masyarakat di pedesaan,” jelasnya.

Fenomena serupa terlihat dari sisi ekonomi.

Meski kalangan “wong cilik” atau masyarakat berpenghasilan rendah menunjukkan penolakan, kelompok masyarakat berpendapatan tinggi justru tercatat sebagai pihak yang paling keras menentang wacana Pilkada lewat DPRD.

Gen Z Berada di Garis Depan

Dari sisi usia, survei ini memotret antusiasme generasi muda dalam mengawal demokrasi.

Gen Z menjadi kelompok yang paling vokal dengan angka penolakan mencapai 84 persen.

Angka ini diikuti oleh kelompok Milenial sebesar 71,4 persen, Baby Boomer 63 persen, dan Generasi X sebesar 60 persen.

Fakta ini menegaskan bahwa kesadaran akan hak pilih langsung telah mengakar kuat di setiap lapisan generasi.

“Secara sistemik, penolakan ini tidak hanya berhenti di satu generasi, tapi merata di semua kelompok usia,” tambah Ardian.

Metodologi Survei

Survei ini dilakukan pada periode 10-19 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh Indonesia.

LSI Denny JA menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur.

Adapun margin of error dalam riset ini berada di angka kurang lebih 2,9 persen.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara