
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, dan Ketua TP PKK Ny. Ellen Honandar Sondakh sampaikan belasungkawa.
Penulis: Syarif Umar l Bitung
Kabar duka menyelimuti masyarakat dan Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Petra Madidir atas berpulangnya Gembala GPDI Petra Madidir Pdt. Arif R. Sumendap, S.Th, yang tutup usia 83 tahun 6 bulan 24 hari. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jemaat dan seluruh masyarakat yang mengenal sosoknya sebagai pelayan Tuhan yang berdedikasi.
Berdasarkan pantauan, suasana duka tampak menyelimuti rumah duka yang di penuhi pelayat dari berbagai kalangan. Ucapan belasungkawa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal aktif dalam pelayanan gereja dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian Pdt. Arif R. Sumendap. Dalam pernyataannya, Wali Kota menyebut almarhum sebagai sosok panutan yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembinaan iman dan kehidupan sosial masyarakat.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Bitung, Saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang di tinggalkan,” ujar Wali Kota Hengky Honandar yang turut didampingi Ketua TP PKK Ny. Ellen Honandar Sondakh.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, penuh kasih, serta konsisten dalam melayani jemaat. Dedikasi dan pengabdiannya menjadi teladan bagi banyak orang.
Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan Jumat 27 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 WITA di Kelurahan Manembo-nembo Bawah, Kecamatan Matuari, dengan di hadiri keluarga, jemaat, serta masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Pdt. Arif R. Sumendap menjadi kehilangan besar, namun nilai-nilai pelayanan dan keteladanan yang ditinggalkannya akan terus dikenang sepanjang masa.
