Opini

Geliat Banteng Beringas di Utara Sulawesi

Olly Dondokambey diberi kepercayaan besar sebagai Bendahara Umum PDI Perjuangan periode 2010-2015.

Tentu sebuah kepercayaan utuh diberikan kepada Olly Dondokambey mengingat posisi bendahara umum ini merupakan posisi yang sangat strategis dan vital dalam kaitannya menjalankan roda organisasi yang pasti membutuhkan banyak sekali perhatian, fokus dan konsistensi.

Selidik punya selidik, ternyata selain memiliki kemampuan yang mumpuni dari segi lobi dan pengelolaan keuangan, OD memang sudah dekat dengan Ibu Megawati dan Bapak Taufik Kiemas, sejak awal partai ini digawangi oleh Megawati.

ADVERTISEMENT

Pada satu kesempatan ketika acara natalan PDIP di Sulut, Megawati pun buka rahasia.

Ternyata OD telah menjadi bagian dari pahit getirnya perjalanan PDIP yang penuh dengan darah dan air mata.

Tak heran, bila Ketua Umum Megawati mengenal betul sosok Olly Dondokambey.

Di mata Megawati, OD memiliki integritas, kualitas dan komitmen yang kuat.

Karena itu Megawati pun berpesan, “sebagai Ketua Umum partai, saya menitipkan Olly Dondokambey ke Sulawesi Utara untuk kemajuan Sulawesi Utara,” kata Megawati.

Artinya, Ibu Megawati sebetulnya lebih membutuhkan OD berada di Jakarta, mengawal berbagai kebijakan partai baik di parlemen maupun di pemerintahan.

Tapi demi kemajuan Sulawesi Utara, Megawati berbesar hari dan berharap Sulut segara berbenah menjadi daerah yang maju dan diperhitungkan di nasional maupun internasional.

Kepercayaan ini tentu tidak disia-siakan oleh Gubernur Olly.

Tak butuh waktu lama, pada periode pertama OD memimpin Sulut, langsung melakukan gebrakan.

Paling mutakhir adalah menjadikan Sulawesi Utara sebagai the rising star of world tourism di Kawasan Pasifik.

Ini bukan lagi mimpi, karena sebentar lagi, KEK Likupang akan dibangun bersamaan dengan pengembangan Bandara Sam Ratulangi serta KEK Manado Bitung.

Bahkan, berkat kepiawaian OD dalam me-lobi, Jokowi pun berjanji akan membangun jembatatan raksasa menyambungkan Bitung dan Pulau Lembe.

Ini tentu merupakan sebuah langkah raksasa yang hanya terjadi di era kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw.

Sinergitas Banteng

Memang harus diakui, pola sinerjitas adalah salah satu kunci keberhasilan pasangan ODSK dalam membangun Sulawesi Utara.

Komunikasi yang terbuka antara Gubernur OD dan Presiden Jokowi bisa terbangun dengan baik tidak bisa dipungkiri karena kedua pemimpin itu adalah kader partai yang berangkat dari ideologi yang sama, yakni semangat untuk memajukan bangsa yang adil dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dimana, semangat Bung Karno dalam Tri Sakti yakni Berdaulaut dalam Politik, Berdikari dalam Ekonomi dan Berkepribadian dalam Budaya adalah visi besar Proklamator Indonesia untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Ini benar-benar dimaknai oleh para kader partai ini.

Apalagi, PDI Perjuangan sudah melewati sejumlah situasi yang paling sulit dan membuat para kader Banteng ini matang dalam politik dan teruji secara ideologis.

Sehingga, ketika rakyat memberikan kekuasaan kepada mereka, banteng-banteng ini pun langsung “mengamuk”.

Mereka langsung menyeruduk, menyerang, dan menerjang semua lini pembangunan yang harus diangkat, dikembangkan dan didorong demi tercapainya masyarakat yang adil sejahtera.

Gubernur atau Menteri

Berbagai terobosan Olly Dondokambey yang begitu brilian ini tentu membuat Presiden Jokowi berpikir panjang.

Dia membutuhkan sosok menteri yang teruji ideologinya, integritasnya, dan kemampuan managerialnya.

Tidak banyak orang yang memiliki 3 hal itu, seperti yang dimiliki oleh Olly Dondokambey.

Jokowi yang dikenal begitu profesional dan obyektif dalam menilai kinerja pembantunya, tentu akan sangat menyesal bila figur sekaliber OD dilepaskan saja.

Tapi Presiden Jokowi bukan tidak tahu, kalau rakyat Sulawesi Utara sedang membutuhkan sosok OD untuk memindahkan Sulut dari zona ala kadarya ke zona pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat.

Memang Olly Dondokambey bersama Steven Kandouw sedang mempersiapkan semua itu.

Lantas apakah di tengah perhelatan besar ini tiba-tiba OD ditarik ke Jakarta? Ini tentu menjadi tanda tanya besar yang jadi pembahasan masyarakat.

Tentu rakyat Sulut sangat berharap agar OD masih bisa bersama-sama lagi menuntaskan banyak agenda pembangunan di periode yang kedua ODSK nanti.

Walaupun, ada pemikiran bahwa justru OD akan semakin leluasa membangun SULUT dari Jakarta, karena kiprah dan kemampuan OD justru kualitas dan kapasitasnya adalah Jakarta.

Dia hanya dipinjamkan Ibu Megawati untuk sementara waktu.

Pada saatnya, OD harus kembali ke habitatnya karena PDI Perjuangan memang sangat membutuhkan intensitas seorang OD.

Kita memang tidak bisa memungkiri, OD sedang bermetamorfosis menjadi Sam Ratulangi zaman now.

Namun demikian, ini bukan soal pilihan ganda. Gubernur atau Menteri.

Bagi kami, Gubernur atau Menteri, adalah pilihan linear yang sama-sama berbuah baik bagi rakyat Sulut.

Jadi apapun situasinya, rakyat Sulut percaya bahwa OD tetap akan memberikan yang terbaik bagi kemajuan Sulawesi Utara.

Banteng sebagai Benteng Penjaga Ideologi