Lantas apakah di tengah perhelatan besar ini tiba-tiba OD ditarik ke Jakarta? Ini tentu menjadi tanda tanya besar yang jadi pembahasan masyarakat.
Tentu rakyat Sulut sangat berharap agar OD masih bisa bersama-sama lagi menuntaskan banyak agenda pembangunan di periode yang kedua ODSK nanti.
Walaupun, ada pemikiran bahwa justru OD akan semakin leluasa membangun SULUT dari Jakarta, karena kiprah dan kemampuan OD justru kualitas dan kapasitasnya adalah Jakarta.
Dia hanya dipinjamkan Ibu Megawati untuk sementara waktu.
Pada saatnya, OD harus kembali ke habitatnya karena PDI Perjuangan memang sangat membutuhkan intensitas seorang OD.
Kita memang tidak bisa memungkiri, OD sedang bermetamorfosis menjadi Sam Ratulangi zaman now.
Namun demikian, ini bukan soal pilihan ganda. Gubernur atau Menteri.
Bagi kami, Gubernur atau Menteri, adalah pilihan linear yang sama-sama berbuah baik bagi rakyat Sulut.
Jadi apapun situasinya, rakyat Sulut percaya bahwa OD tetap akan memberikan yang terbaik bagi kemajuan Sulawesi Utara.
Banteng sebagai Benteng Penjaga Ideologi
Prestasi OD sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan jelas sangat berhasil dan telah mampu memenangkan pasangan Jokowi-Ma’aruf bersamaan dengan membawa PDI Perjuangan pemenang di Sulawesi Utara dan menguasai mayoritas parlemen SULUT sebanyak 19 anggota, sekaligus mengirim 3 anggota DPR RI ke Senayan.
Secara politik, PDI Perjuangan berada pada posisi yang paling strategis.
Karena itu, jelang Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDI Perjuangan SULUT 20 Juli 2019 tentu seluruh kader dan simpatisan, bahkan rakyat Sulawesi Utara sudah jelas menginginkan agar OD melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut.
Dibawah kepemimpinan Olly Dondokambey PDI Perjuangan mengalami banyak kemajuan.
Bahkan, OD berhasil memenangkan sejumlah Pilkada seperti Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolmong, Kota Kotamobagu, Bitung, Bolsel dan Bolmut sekaligus mengantar kader-kader muda potensial yang mampu menjadi pemimpin yang memiliki prestasi.
Diantaranya adalah Wakil Gubernur Steven Kandouw, Bupati Mitra James Sumendap, Ketua DPR Andrei Angouw, Wakil Bupati Minsel Franky Wongkar, Wakil Bupati Bolmong Yani Tuuk, Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri dan masih banyak lagi kader-kader yang sangat potensial.
Mereka semua adalah banteng-banteng yang menjadi benteng penjaga ideologi Pancasila dan UUD 1945.
Ini sangat penting bagi kita semua karena akhir-akhir ini, karena Pancasila kembali dirong-rong oleh kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi negara dengan paham kelompok tertentu.
