
Manado – Pemprov Sulut telah menganggarkan Rp 25 milliar untuk pembangunan gedung DPRD yang baru. Alasan pembangunan gedung baru dikarenakan gedung Deprov lama di Sario sudah tua dan tidak representatif lagi. Bangunan dewan tersebut resmi digunakan tahun 1966.
Namun bagi Michael Palohoon, pemerhati sosial, alasan bangunan sudah tua tidaklah tepat, karena sebenarnya umur bangunan tua justru akan memberikan nilai histori yang tinggi. Terutama menurutnya setiap pembangunan fisik bangunan haruslah mengutamakan unsur kualitas.
“Kalau alasannya karena gedung lama sudah tua tidaklah tepat, apalagi gedung DPRD Sulut yang ada sekarang baru resmi digunakan tahun 1966. Artinya bangunan ini belum terlalu tua. Masalahnya sudah klasik di negara kita pembangunan gedung pemerintah selalu mengabaikan unsur kualitas, alias asal jadi,” tukas Michael.
Untuk itu Michael menyarankan kepada pihak Pemprov agar pembangunan gedung DPRD yang baru ini mengutamakan faktor kualitas termasuk desain, model yang memenuhi unsur estetika yang tinggi. Desain bangunan dengan model yang bisa dipertahankan berpuluh tahun bahkan beratus tahun.
“Jadi, unsur kualitasnya selain bahan, juga desain yang tidak ketinggalan model sampai beratus-ratus tahun. Misalkan saja di luar negeri banyak bangunan pemerintah yang usianya sekarang sudah beratus-ratus tahun karena kualitas dan modelnya tidak ketinggalan jaman.
Contohnya di Inggris ada gedung parlemen, dan masih banyak bangunan tua di Eropa dan Amerika yang hingga kini berdiri kokoh karena pembangunannya waktu itu mengutamakan kualitas maupun model yang tidak ketinggalan jaman,” ujar Michael. (Tim BM)

sebaiknya seluruh bangunan di Manado dan Sulut jangan ada yang di “ruitzlag” alias dipindah tangan atau tukar guling ! lebih bagus di rehab atau dipugar dan dilestarikan … kita dengar Gedung DPRD Sulut dan seluruh fasilitas olah raga di Sario akan di ruitzlag (di pindah tangankan) kepada pihak TRANS studio dan akan dibanguan pusat hiburan, perbelanjaan, hotel terbesar !? … kalau memang benar terjadi, berarti para wakil rakyat dan eksekutif di Sulut ini sudah ingkar terhadap rakyat
setuju deng Michael. Gedung bernilai historis jang dirombah, tapi dipugar dan dilestarikan supaya itu generasi berikut, 20 taong dr skarang tahu sejarah DPRD di SULUT.
Anak-anak yang lahir th 90an, brapa banyak yang tahu itu kantor Gubernur SULUT dulu ada di muka Kodim & Kantor Pos????? tapi itu Rumah Dinas Gub tetap di tempat sejuk di atas bukit yang indah toh.
Bagitu lei Stadion Sario, maukah Pemprov membenahi dan meremajakan sesuai keadaan skarang demi kemajuan olahraga SULUT????? deng itu Gedung Basket/Voli, Kolam Renang?????
Apa peran dan andil SHS dalam merehab dan meremajakan Stadion Sario, Kolam Renang, Gedung Basket/Voli, Gedung DPRD SULUT????? di tengah kesuksesannya yang sudah harum sampai di seluruh Nusantara dan Pemerintah Pusat serta Asia-Pasifik?????
Atau SHS bagian dari gerakan yang menghancurkan bukti sejarah/budaya di SULUT?????