MANADO – Menyikapi pembiaran negara terhadap kaum minoritas yang tempat ibadahnya dibakar, adanya razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh organisasi tertentu dengan berlatar belakang agama, penutupan rumah makan, dan lainnya yang mengganggu kenyamanan beragama, dan hidup di negeri ini, membuat DPC GAMKI Manado menyikapi secara tegas.
Ketua DPC GAMKI Manado, James Karinda SH MH, menyatakan, pihaknya akan terus memantau kondisi keberagaman di negera ini, jika hal-hal yang tidak memberi rasa keadilan bagi kaum minirotas terus terjadi, maka GAMKI Manado akan menyurat ke Komnas HAM, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan organisasi yang pro demokrasi serta anti penindasan terhadap kaum minoritas agar memperhatikan, dan ikut memantau situasi dan kondisi di Indonesia.
Hanya Karinda, mengaku, akan terus melakukan koordinasi dengan DPP GAMKI, dalam melakukan tindakan, dalam hal merespons keadaan yang terjadi di Indonesia.(mic)

– Sekalian tolong juga laporkan, sulitnya pembangunan rumah ibadah di Gritma Manado (tak ada beritanya karena kami minoritas), padahal prosedur FKUB sudah ditempuh. Bahkan diteror dengan bom molotov.
-Tolong juga, laporkan penolakan pemasangan Kubah Rumah Ibadah, di Wori.
-Tolong juga, laporkan penolakan membuat rumah ibadah di tanjung merah dan Manembo-nembo Bitung. Bitung.
Ternyata yang disebut si”minoritas”, dalam posisi sebagai si”mayoritas” mempunyai sikap yang sama. Keberagaman yang diteriakan sama saja omong kosong.