
Manado – Ucapan selamat atas terpilihnya JWS-Ivansa dari Forum Pemuda Lintas Gereja (FPLG) di salah-satu media, Jumat (21/12) hari ini menuai resistensi masyarakat karena dinilai berlebihan.
Ucapan selemat tersebut menurut Taufik Tumbelaka, pengamat pemerintahan Sulut terkesan memihak pasangan tententu karena hasil pilkada masih berproses di Mahkamah Konstitusi, serta tidak efektif sebagai forum berkumpulnya pimpinan organisasi gereja.
“Jelas ini tidak tepat karena terkesan membela, apalagi dilihat dari besarnya anggaran untuk biaya iklan. Masih lebih bermanfaat jika materi iklan adalah ucapan selamat Natal dan Tahun Baru,” tutur Tumbelaka, Jumat (21/12) sore.
Sebagai warga GMIM, mantan aktivis UGM ini berharap FPLG sebagai organisasi keagamaan jangan terjebak dalam wilayah politik praktis lebih khusus pemilukada.
“Terjebaknya organisasi keagamaan dalam pemilukada sama saja menkerdilkan organisasi tersebut. Alangkah arifnya jika organisasi keagamaan memberi pencerahan dan mengayomi kepada masyarakat,” tukas Tumbelaka. (Jerry)

Saatnya untuk tidak saling menyalahkan lagi, namun biarlah dalam hati kita dikuasai oleh Roh Kudus sehingga ungkapan kita indah untuk didengar dan menjadi saksi untuk orang lain dan ungkapan kita selalu ada dalam hati keluar dari mulut yaitu; Saling Mengampuni, Mengasihi dan Saling Mendoakan demi kemajuan, keamanan dan kesejahtraan Masyarakat Kabupaten Minahasa.
Mantap aceng…
ACENG…manusia paling sempurna di dunia….hidup aceng.. Semua yg berbau SHS dia suka skali… Hidup aceng…
@Raldy Wang. Cuma di negara sistem — yang depe Papa berkuasa kong kase jabatan pa depe anak. Dinasti SHS beda tipis dorang yang —. Kalo SHS itu memang demokratis sejati, dia akan larang itu depe anak2 atau keluarga maso didalam pemerintahan selama dia menjabat. Kita sayang skali bahwa ini samua depe kenyataan terjadi di SULUT, kong itu gerakan Kristen so dibawa ka politik praktis, itu samua lantaran doi deng jabatan.
Kalo kita pemimpin organisasi pemuda di SULUT, kita akan boikot itu pencalonan2 dari orang2 yang dorang pe Papa masih berkuasa. bagitu bung.
JangAn terjebak padA persepsi yg kerdil teman2… Semua yg kita lakukan hendaklah berlandaskan pelayanan yg sungguh untuk Tuhan…
Buat Aceng! Sebut semua pejabat yang anaknya jadi pejabat sementara menjabat. Jangan hanya SHS. Supaya Fair bukan? Pasti akan ada daftar panjang kasus seperti ini. Apa lagi sementara bupati dan anaknya mau jadi bupati.Presiden mau naknya jadi Presiden bahkan penjilat-penjilat lain mau First Lady mau dicalonkan jadi Presiden. Reaaaliiiitaaaa di Indonesia.
Kalu sobagini tu pemuda gereja/kristen somaso2 di politik lebe bae ngoni blajar dulu pa anak2 sekolah minggu
heran memmang …mau-maunya para Pnt Pemuda b lintas agama mau dicekoki dgn politik praktis yang sangat tidak bernurani….hmmmmm Organisasi bagus tare mar ada udang dibaliknya kote
.
..NYANDA SAMUA BAGITU ..
MAKANYA NGONI LIA BAE-BAE INI TOPIK BERITA PAKE TANDA TANYA ?
.
..CUMA KASE SLAMAT KWA ..NGONI P PERASAAN KWA ITU ;)
.
memberi ucapan memang benar, tapi hasil pilkada kan msh berproses sampai MA. Kalau mmg sdh final hasilx barulah diberi ucapan selamat. Yg lbh tepat utk saat2 skrg, pemuda gereja menghimbau agar masyarakat bersabar menunggu hasil finalnya.
pemuda gereja jgn jd penjilat. Pemuda gereja jgn dikoptasi keranah politik. Apa jadinya ketika permainan politik masuk keranah agama.
Taufik memang lamu! Memberi ucpan buat yang menang itu hal yang biasa, tidak berlebihan. Mungkin para tokoh pemuda lintas agama masih berpikir waras, tidak sama dgn Taufik selalu berpikir kotor, tidak bersih, culas dan dengki. Berubahlah dgn pembaharuan budi, blum terlambat! selamat menyongsong Natal 25 Desember 2012. God Bless Minahasa!
Pemuda Kristen so di mana ngoni skarang?????
Ngoni lia atau nyandak????? di masa pemerintahan SHS sbg Gubernur, depe anak jadi Wabup Minahasa, nanti Sitaro deng Mitra mungkin lei so dibidik.