
Manado, BeritaManado.com — Adanya peningkatan laporan dugaan kasus korupsi di Provinsi Sulawesi Utara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2022 ini, menjadi perhatian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formak) Indonesia, mempercepat pembentukan pengurus di kabupaten/kita di bumi nyiur melambai.
Menurut Ketua Formak Indonesia Jerico Noldy Undap, pihaknya begitu merasa prihatin mendengar adanya peningkatan tingkat korupsi dan potensi akan bertambah.
Atas dasar hal tersebut, Undap berkomitmen untuk segera mengaktifkan Formak Indonesia di Provinsi Sulut, termasuk di daerah-daerah.
“Manado, Tomohon, Kotamobagu dan beberapa daerah di Sulut, merupakan wilayah yang potensial untuk berkembang. Tapi jika ada kebijakan bermasalah dari para pejabat ataupun kepala daerahnya maka potensi itu akan berjalan lambat dan tentu masyarakat yang dirugikan,” tegas Jerico Noldi kepada sejumlah media (1/11/2022) pagi.
Ia juga mengatakan, bahwa beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan konsolidasi pembentukan pengurus baru di Sulut.
Pihaknya ingin dengan kepungurusan tersebut dapat membongkar kasus-kasus korupsi dan kebijakan kegiatan pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang selama ini demi membuat kemajuan Provinsi Sulut yang kerab akan tertinggal dengan daerah lain.
“Saya terbitkan surat mandat dan mudah-mudahan dalam waktu dekat Dewan Pimpinan Wilayah Formak Indonesia Sulut bisa terbentuk,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Steven Thoyib Kembuan, sebagai pemegang mandat yang di tanda tangani Ketua Umum Formak Indonesia Jerico Noldy Undap dan Wakil Sekretaris Akbar Ali Amin, SH MH dirinya saat ini sudah melakukan penjaringan.
Bahkan pihaknya sudah mencatat nama-nama yang siap untuk menjalankan visi misi Formak di Sulut.
“Mandatnya sudah diterima dan sudah melakukan perekrutan. Ada beberapa nama yang siap untuk bergabung. Bahkan, selain penjaringan, kami sudah mulai melaksanakan tugas sesuai fungsi Formak Indonesia,” kata Thoyib, sapaan akrab Stefen Thoyib Kembuan di Tondano, (1/11/2022).
Ditambahkannya, rencana tersebut tinggal pemantapan skema pengurus dan penyusunan program kerja serta strategi pelaksanaan pelantikannya nanti akan dikemas dengan sosialisasi tentang korupsi dan lainnya,” ujar Thoyib.
Terkait pelaksanaan visi misi, menurutnya akan melakukan pendekatan atau perkenalan ke semua instansi baik Pemerintah, TNI dan Polri secara langsung maupun di beberapa even yang nanti akan digelar.
(***/Frangki Wullur)
