Bisnis dan Ekonomi

Emas Masih Jadi Primadona, Transaksi Multilateral ICDX Tumbuh 43,9 Persen

Emas Masih Jadi Primadona, Transaksi Multilateral ICDX Tumbuh 43,9 Persen
Transaksi emas multilateral ICDX

Jakarta, BeritaManado.com — Kontrak berjangka komoditas emas masih menjadi penyumbang utama transaksi multilateral di Bursa Berjangka sepanjang tahun 2025.

Hal ini tercermin dari kinerja transaksi di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI).

Sepanjang 2025, volume transaksi multilateral di ICDX tercatat mencapai 1.175.332 lot, tumbuh 43,9 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 816.473 lot.

Dari total transaksi tersebut, kontrak berjangka komoditas emas mendominasi volume perdagangan.

Kontrak GOLDGR mencatatkan volume transaksi tertinggi dengan 281.280 lot, disusul kontrak GOLDUDMic sebesar 180.110 lot.

Sementara itu, kontrak emas GOLDUD pada 2025 tercatat sebanyak 43.390 lot.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 transaksi multilateral juga didominasi kontrak berjangka komoditas emas.

Saat itu, kontrak GOLDUDMic mencatat volume 341.155 lot, sedangkan kontrak GOLDGR mencapai 275.222 lot. Adapun kontrak GOLDUD pada 2024 tercatat sebesar 195.308 lot.

Direktur ICDX, Nursalam, menjelaskan bahwa pertumbuhan volume transaksi pada 2025 didorong oleh perubahan preferensi pelaku pasar dari kontrak emas berbasis dolar AS menuju kontrak emas berbasis rupiah yang dinilai lebih stabil dan terstandarisasi.

“GOLDGR muncul sebagai tulang punggung likuiditas emas pada 2025, sementara GOLDUD dan GOLDUDMic mengalami penyesuaian volume seiring perubahan strategi dan kebutuhan pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan produk emas ICDX semakin mengarah pada penguatan pasar domestik,” ujar Nursalam.

Ia menambahkan, jika dibandingkan antara 2024 dan 2025, terdapat pergeseran pola transaksi yang cukup menarik.

Pada 2024, aktivitas perdagangan didominasi oleh kontrak GOLDUDMic, yang mencerminkan tingginya minat terhadap kontrak emas mikro.

Namun, pada 2025 dominasi tersebut beralih ke GOLDGR, yang menandai penguatan transaksi emas berbasis rupiah dan emas fisik domestik.

“Kinerja transaksi produk emas ICDX pada 2025 menegaskan arah penguatan pasar emas nasional dengan fokus pada produk yang stabil, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pasar domestik. Ke depan, ICDX berkomitmen untuk terus mendorong pendalaman pasar emas melalui pengembangan produk yang inklusif, likuid, dan berdaya saing,” jelasnya.

Sebagai informasi, GOLDUD merupakan kontrak gulir harian emas berbasis dolar AS dengan ukuran kontrak 10 troy ons per lot, mengacu pada harga pasar Loco London dengan tingkat kemurnian 99,99 persen.

Sementara GOLDUDMic merupakan versi mikro dari kontrak GOLDUD dengan ukuran 1/100 dari kontrak standar, sehingga lebih terjangkau bagi pelaku pasar.

Adapun GOLDGR adalah kontrak berjangka emas berbasis rupiah dengan spesifikasi 100 gram per lot.

Emas yang dapat dikirim melalui kontrak ini harus memiliki kemurnian 99,99 persen, dilengkapi nomor seri, serta cap dari refiner yang telah disetujui dan terdaftar di ICDX.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara